Kiamat Konten Viral? Mantra ‘Tulis, Posting, Closing’ Jadi Standar Baru UMKM Bangun Mesin Uang Digital Abadi

PROMPTIFA Perkenalkan Paradigma AI untuk Efisiensi Branding dan Penjualan UMKM

Oleh Firdaus Eka Fadla (Founder Promptifa.id)
Firdaus Eka Fadla, Founder PROMPTIFA, penggagas strategi AI untuk efisiensi branding dan penjualan UMKM.

Oleh: Firdaus Eka Fadla (Founder Promptifa.id)

Merapah.com, Bandar Lampung – Industri kreatif dan sektor UMKM nasional kini tengah menghadapi ancaman serius: ‘Kematian Organik’ akibat algoritma media sosial yang kian tak menentu.

Di tengah tekanan untuk terus viral, jutaan pelaku usaha terjebak dalam fenomena digital burnout—menghabiskan energi luar biasa untuk konten yang cepat basi tanpa dampak nyata pada neraca keuangan.

Menanggapi krisis produktivitas tersebut, PROMPTIFA, konsultan strategi berbasis kecerdasan buatan (AI), mendobrak pasar nasional dengan memperkenalkan paradigma radikal: “Tulis, Posting, Closing.”

Mantra ini dihadirkan sebagai antitesis terhadap hustle culture digital yang melelahkan, sekaligus solusi untuk membangun aset digital yang memiliki nilai jual jangka panjang (evergreen).

 

BACA JUGA: Catat Transaksi Rp2,3 Miliar, Emersia Wedding Expo 11 Jadi Magnet Pasar Pernikahan

 

Dampak Nyata: Pangkas 90% Waktu Operasional demi Profitabilitas

Masalah fundamental UMKM dan kreator saat ini bukan hanya soal ide, melainkan hilangnya waktu produktif untuk hal-hal teknis yang tidak menghasilkan konversi. Data menunjukkan banyak pelaku usaha menghabiskan hingga 8 jam sehari hanya untuk urusan konten, namun sering kali berakhir dengan “nol penjualan”.

“Kami hadir untuk menghentikan pemborosan waktu tersebut. Dengan bantuan AI dan strategi kejernihan (clarity), proses operasional branding yang biasanya memakan waktu seharian kini dipangkas menjadi kurang dari satu jam.

Fokusnya bukan lagi ‘asal posting’, tapi membangun aset digital yang bekerja otomatis,” ujar Firdaus Eka Fadla, A.Md., CDMS, C.Gen.AI, pendiri PROMPTIFA dalam pernyataan nasionalnya.

Dampak nyata yang dirasakan para mitra bukan sekadar lonjakan angka likes, melainkan efisiensi jam kerja dan peningkatan kualitas interaksi di lini depan penjualan yang jauh lebih berorientasi pada transaksi.

 

BACA JUGA: Bean Bag Cikoko Pilihan Tepat untuk Rumah, Kafe, dan Event

 

Memanusiakan AI melalui Framework P.R.O.F.I.T.S

Kritik utama terhadap penggunaan AI adalah hasilnya yang sering kali terasa robotik dan dingin. PROMPTIFA menjawab tantangan ini dengan memposisikan diri sebagai The AI-Driven Clarity Strategist. Melalui framework P.R.O.F.I.T.S (Positioning, Research, Organize, Formulate, Inspect, Transact, Scale), AI digunakan sebagai alat bedah psikografi audiens yang mendalam.

Dalam narasi “Tulis, Posting, Closing”, setiap tahap memiliki bobot strategis:

  1. Tulis: Menggunakan AI untuk meriset kebutuhan fundamental pasar, bukan sekadar menebak tren.
  2. Posting: Mendistribusikan konten pada infrastruktur funnel yang didesain untuk membangun kepercayaan.
  3. Closing: Mengonversi perhatian audiens menjadi pendapatan melalui sistem penjualan yang terstruktur.

“Kreator dan UMKM tidak perlu menjadi budak algoritma. Melalui sistem ini, mereka tidak lagi bergantung pada ‘keberuntungan’ untuk viral, melainkan pada kekuatan arsitektur digital yang mereka miliki sendiri,” tambah Firdaus.

 

BACA JUGA: Dorong UMKM Naik Kelas, BCA Syariah Gencarkan Literasi Keuangan di Lampung

 

Visi Nasional 2026: Berhenti Memposting Sampah, Mulai Membangun Aset

Inisiatif nasional PROMPTIFA menargetkan pemberdayaan terhadap 10.000 pelaku usaha pada tahun 2026. Melalui ritual Weekly Asset Building Hour, PROMPTIFA berupaya mengubah budaya kerja digital nasional dari yang bersifat reaktif menjadi strategis.

Di mata para pengamat ekonomi kreatif, langkah ini dianggap sebagai titik balik kedaulatan digital UMKM Indonesia. Di era di mana perhatian manusia menjadi mata uang yang paling langka, memiliki aset digital yang “tak lekang oleh waktu” adalah satu-satunya cara untuk bertahan.

Pesan PROMPTIFA kepada pelaku usaha nasional sangatlah eksplisit: Jangan terus membangun rumah di atas tanah sewaan algoritma tanpa memiliki fondasi yang kuat. Medsos mungkin sementara, tetapi sistem ‘Tulis, Posting, Closing’ adalah aset yang akan terus bekerja untuk bisnis Anda selamanya.