Merapah.com, Bandar Lampung – Universitas Malahayati (Unmal) Lampung mengambil langkah akademik strategis pada peringatan Dies Natalis ke-32.
Kampus ini menginisiasi International Professors Summit untuk merespons rendahnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan mutu numerasi.
Forum berskala internasional tersebut berlangsung selama dua hari, 7–8 Januari 2026.
Universitas Malahayati menggelar kegiatan di Graha Bintang dengan menghadirkan profesor serta pakar matematika nasional dan internasional.
Melalui forum ini, Universitas Malahayati menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat solusi.
Panitia memusatkan pembahasan pada penguatan numerasi dan peningkatan mutu pembelajaran matematika.
BACA JUGA: HMJ Ilmu Komunikasi Unila Gelar Seminar Bahas Personal Branding Era Digital
Dorongan Akademik untuk Perbaikan TKA
Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menegaskan pentingnya keterlibatan kampus dalam isu pendidikan nasional.
Ia menyatakan gagasan berbasis riset menjadi jawaban atas rendahnya capaian TKA.
“Nilai Tes Kemampuan Akademik kita masih tergolong rendah. Data PISA juga menunjukkan kemampuan numerasi dan penguasaan bahasa Inggris siswa Indonesia belum menggembirakan,” kata Kadafi.
Ia menilai forum akademik menjadi ruang penting untuk menyusun langkah strategis. Para akademisi menghasilkan gagasan yang berdampak nyata bagi Lampung dan nasional.
“Karena itu, forum akademik seperti ini penting untuk melahirkan gagasan strategis, tidak hanya bagi Lampung,” ujarnya saat pembukaan, Rabu (7/1).
Momentum Dies Natalis ke-32 disebut sebagai fase kedewasaan institusi. Universitas Malahayati berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
BACA JUGA: ALSA Observer Unila Gelar Seminar Nasional, Bahas Tindak Pidana Perbankan
Data TKA Ungkap Tantangan Serius
Forum ini mengangkat tema The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities.
Tema ini menyoroti peran pendidik dalam mengatasi krisis numerasi.
Staf Khusus Kemendikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd., memaparkan hasil TKA terbaru. Ia menyebut kemampuan numerasi dan literasi Bahasa Indonesia masih memprihatinkan.
“Hasil TKA menunjukkan rata-rata kemampuan siswa masih di kisaran 30 dari skala 0–100,” jelas Arif.
Ia menyebut TKA lebih representatif karena diikuti lebih dari tiga juta siswa. Capaian tersebut sejalan dengan hasil PISA dan Asesmen Nasional.
Arif menilai learning loss akibat pandemi turut memperburuk kondisi. Selain itu, motivasi belajar siswa melemah karena lama tanpa ujian terstandar.
“Jika kondisi ini tidak segera direspons, dampaknya akan serius terhadap daya saing bangsa,” tegasnya.
BACA JUGA: MIA FEB Universitas Lampung Gelar Field Study ke Baiwang Co., Ltd. Beijing
Kolaborasi Profesor Nasional dan Internasional
Sebanyak 11 profesor dan pakar hadir sebagai narasumber. Mereka berasal dari universitas dalam dan luar negeri yang memiliki kepakaran matematika terapan.
Beberapa institusi yang terlibat antara lain Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Putra Malaysia, dan Universiti Malaysia Sabah.
Selain itu hadir IPB University, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Lampung.
Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran menegaskan peran matematika dalam pembangunan. Ia menyebut matematika sebagai fondasi utama kemajuan negara.
“Hampir seluruh aspek kehidupan modern bertumpu pada matematika,” ujarnya.
Ia juga menegaskan risiko ketertinggalan ketika negara mengabaikan penguatan matematika.
Menurutnya, Indonesia dapat belajar dari negara tetangga yang serius mengembangkan pendidikan matematika.
BACA JUGA: Komdigi Bersama Said Hasibuan Bahas Strategi Layanan Publik Cakap Digital
Dampak Strategis bagi Pendidikan
Koordinator Pelaksana kegiatan, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep., menilai forum ini bernilai strategis. Kolaborasi lintas negara membuka peluang peningkatan kualitas pendidikan.
“Kolaborasi akademisi nasional dan internasional ini diharapkan memberikan dampak nyata,” katanya.
Melalui International Professors Summit 2026, Universitas Malahayati menunjukkan komitmen transformasi pendidikan. Kampus ini mendorong pendekatan inovatif dan berbasis kolaborasi.
Langkah ini memperkuat respons pendidikan terhadap krisis numerasi. Selain itu, forum ini mempertegas peran universitas dalam pembangunan pendidikan berkelanjutan.













