Mahasiswa Bali Dorong Sikap Moderat Lewat Dialog Lintas Agama

Dialog lintas agama digelar untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan mahasiswa Bali.

PMMBN BALI (2)
Mahasiswa Bali terlibat diskusi aktif tentang toleransi dan kebangsaan dalam forum dialog lintas agama.

Merapah.com, Denpasar – Pimpinan Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara Provinsi Bali (PW PMMBN Bali) menggelar seminar moderasi beragama dan kebangsaan.

Kegiatan ini berlangsung di Wistara Family Cafe pada Selasa, 30 Desember 2025.

Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa umum di Bali dengan latar belakang agama yang beragam. Selain itu, panitia menghadirkan narasumber dari aktivis agama Islam, Hindu, dan Kristen.

 

BACA JUGA: PW PMMBN Bali Dorong Ruang Dialog Moderasi di Tengah Keberagaman Mahasiswa

 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih, Bali dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman budaya dan keyakinan.

Melalui seminar ini, PW PMMBN Bali menghadirkan ruang dialog lintas agama yang terbuka dan inklusif. Diskusi berlangsung aktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang hadir.

Refleksi Nilai Moderasi dan Kebangsaan di Penghujung Tahun

Ketua PW PMMBN Bali, Angger Bayu Pamungkas, menjelaskan bahwa panitia sengaja melaksanakan kegiatan ini di akhir tahun 2025. Menurutnya, momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi bersama.

“Kami sengaja mengadakan kegiatan ini di akhir tahun sebagai bahan refleksi mahasiswa di Bali,” ujar Angger.

Lebih lanjut, Angger menekankan pentingnya memahami implementasi nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa dapat menerapkan sikap moderat secara nyata.

BACA JUGA: Apa Itu Burden Sharing BI? Skema di Balik Stabilitas Ekonomi yang Perlu Kamu Tahu

 

Selain itu, Angger menegaskan bahwa moderasi beragama tidak hanya berhenti pada tataran konsep. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui sikap toleran dan saling menghormati perbedaan.

Selanjutnya, ia menilai mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan sosial yang harmonis.

Melalui diskusi lintas agama, panitia mengajak peserta melihat perbedaan sebagai kekuatan bersama. Dengan pendekatan ini, potensi konflik dapat dicegah sejak dini.

Apresiasi Pembina dan Pandangan Peserta

Pembina Wilayah PMMBN Bali, Syahrial Ardiansyah, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

Syahrial mengapresiasi inisiatif PW PMMBN Bali yang menyelenggarakan seminar moderasi dan kebangsaan. “Saya mengapresiasi inisiatif teman-teman wilayah yang menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Syahrial.

Selain itu, ia menilai seminar tersebut mampu menambah wawasan mahasiswa tentang moderasi dan nilai kebangsaan.

Ia mendorong panitia untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

 

BACA JUGA: Peran Mahasiswa Dinilai Penting Jaga Toleransi, PMMBN Lampung

 

Melalui pelaksanaan yang konsisten, kegiatan ini akan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai kebangsaan.Ia berharap seminar ini dapat menjadi agenda rutin.

Sementara itu, peserta seminar, Listia Puji Astuti, mengaku memperoleh banyak pemahaman baru dari diskusi yang berlangsung. Ia menilai dialog lintas agama sangat relevan dengan kondisi keberagaman di Bali.

Melalui diskusi tersebut, Listia memahami pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama.

“Diskusi ini membuka wawasan saya tentang pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama,” ujar Listia.

Selain memberikan wawasan, forum ini menciptakan ruang dialog yang sehat dan terbuka. Oleh sebab itu, ia berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Peran Panitia dan Harapan ke Depan

Salah satu panitia pelaksana, Reina Aufiannisa, menjelaskan bahwa panitia merancang seminar ini sebagai ruang belajar bersama. Oleh karena itu, panitia menciptakan suasana diskusi yang aman dan inklusif.

Reina menegaskan bahwa seminar ini bertujuan membuka ruang dialog yang nyaman bagi mahasiswa lintas agama. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan pandangan secara terbuka dan saling menghormati.

Selain itu, Reina berharap seluruh peserta dapat saling belajar dari perbedaan yang ada. Melalui proses ini, sikap saling menghargai dapat tumbuh secara alami.

 

BACA JUGA: Cuan dari Sosmed: Ini 5 Cara Halal Raih Penghasilan di Era Digital

 

Lebih lanjut, Reina menilai keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang sebagai kekuatan utama kegiatan ini. Kondisi tersebut mencerminkan semangat persatuan yang masih kuat di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, PW PMMBN Bali mendorong mahasiswa memahami pentingnya sikap moderat. Sikap tersebut menjadi kunci dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Selanjutnya, PW PMMBN Bali menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan kegiatan edukatif serupa. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat toleransi dan nilai kebangsaan.

Dengan adanya seminar ini, PW PMMBN Bali berharap mahasiswa mampu berperan sebagai agen perdamaian. Nilai moderasi beragama diharapkan terus tumbuh di Bali dan Indonesia.