Merapah.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung mengajak warga Desa Munca mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik cair.
Mahasiswa KKN Unila mengolah kulit bawang merah yang selama ini sering dibuang oleh warga.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Dusun Kapling, Desa Munca, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Selasa, 27 Januari 2026.
Ibu-ibu PKK dan warga desa mengikuti praktik pembuatan pupuk organik cair selama dua jam.
Mahasiswa KKN Unila melihat limbah organik rumah tangga masih jarang dimanfaatkan.
BACA JUGA: Warga Desa Munca Belajar Memproduksi Sabun Alami Bersama Mahasiswa KKN Unila
Warga masih menganggap kulit bawang merah sebagai sampah, meski bermanfaat bagi kesuburan tanaman.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa mengenalkan pengolahan limbah berbasis rumah tangga kepada warga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah dapur bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat,” kata Muhammad Rizki, mahasiswa KKN Unila.
Ia menjelaskan bahwa warga mudah memperoleh bahan baku dan dapat menjalani proses pembuatannya secara sederhana.
Menurutnya, warga bisa menerapkan cara ini tanpa peralatan khusus.
KKN Unila: Dari Sosialisasi ke Praktik Langsung
Mahasiswa mengawali kegiatan dengan sosialisasi singkat mengenai pupuk organik cair. Mereka menjelaskan fungsi POC dalam meningkatkan kesuburan tanah.
Mahasiswa juga memaparkan manfaat penggunaan pupuk organik bagi tanaman pekarangan.
Setelah sosialisasi, mahasiswa mendemonstrasikan proses pembuatan pupuk cair.
Mereka menunjukkan tahapan pengolahan bahan hingga proses fermentasi. Peserta memperhatikan setiap langkah yang diperagakan.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN Unila Petakan Potensi Desa Munca Berbasis Spasial untuk Dukung Pembangunan Desa
Mahasiswa kemudian mengajak peserta mempraktikkan pembuatan pupuk secara berkelompok.
Peserta mengolah kulit bawang merah menjadi pupuk cair dengan pendampingan mahasiswa. Diskusi dan tanya jawab berlangsung selama praktik.
Peserta menghasilkan pupuk organik cair dari hasil praktik tersebut. Mahasiswa mendorong peserta memanfaatkan pupuk untuk tanaman rumah.
Dukungan Warga dan Harapan Keberlanjutan
Kegiatan ini mendapat dukungan dari warga setempat. Ketua RT Dusun Kapling, Irwani, membantu mengoordinasikan kegiatan.
“Kegiatan ini membantu warga memahami pengelolaan limbah dengan cara sederhana,” ujar Irwani.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN Unila Gelar Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah Gratis di Pesawaran
Mahasiswa KKN Unila berharap kegiatan ini mendorong perubahan kebiasaan warga serta mengurangi sampah rumah tangga melalui pengolahan limbah.
Pupuk organik cair juga berpotensi mendukung pertanian pekarangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unila memperkuat peran edukasi lingkungan di desa.
Pendekatan praktis dan partisipatif menjadi kunci keterlibatan warga.
Mahasiswa berharap keterampilan ini berkembang menjadi kegiatan berkelanjutan di Desa Munca.













