Merapah.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian besar di Provinsi Lampung. Dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1,2 juta jiwa, Lampung tercatat sebagai provinsi dengan sasaran MBG terbanyak di Indonesia.
Kepala Kantor Pemenuhan Gizi Regional Lampung Bengkulu, Fitra Alfarisi, menegaskan manfaat besar dari program ini.
BACA JUGA: Tips Memilih Jenis Madu Sesuai Kebutuhan Tubuh
“Lampung menjadi tertinggi penerima manfaat program makan bergizi gratis di Indonesia, dengan total 1,2 juta jiwa,” ujarnya.
Pemerintah berharap program ini dapat menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kesehatan anak-anak dan kelompok rentan.
Kasus Keracunan Jadi Sorotan
Namun, pelaksanaan MBG Lampung tidak lepas dari tantangan serius. Data Satgas MBG mencatat 572 kasus keracunan sepanjang Agustus hingga September 2025 di sejumlah kabupaten/kota.
Salah satunya terjadi di Lampung Timur, di mana puluhan siswa SD dan SMP mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Di Tanggamus, paket makanan MBG yang berisi belatung membuat warga setempat resah. Ketua Pelaksana Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menegaskan langkah cepat dilakukan. ‘
“Kami akan melakukan perbaikan menyeluruh dalam pengelolaan makanan dan sumber bahan pangan. Kami juga akan menindak dan memperbaiki setiap makanan yang kurang layak atau tidak aman untuk mencegah risiko keracunan,” jelasnya.
BACA JUGA: Tanah Lado Festival 2025: Dokumenter Jadi Ruang Kreativitas Anak Lampung
Evaluasi Dapur MBG dan Sanksi SPPG
Untuk mengatasi persoalan keamanan pangan, Pemprov Lampung memperkuat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi melibatkan Dinas Kesehatan serta Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Saipul menegaskan, penyedia yang terbukti lalai tidak akan lolos dari sanksi.
“Jika dalam proses penyelidikan terbukti adanya kelalaian maka dipastikan akan ada sanksi terhadap SPPG,” katanya.
Salah satu dapur MBG di Bandar Lampung tidak memenuhi standar operasional. Penempatan freezer di dekat kompor membuat makanan berisiko kehilangan kualitas. Temuan ini mempertegas pentingnya standar ketat dalam setiap tahap penyediaan makanan.
Ekonomi Lokal Ikut Bergerak
Meski menghadapi berbagai kendala, program ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian. Melalui dapur komunitas, ribuan tenaga kerja lokal terserap.
Bahkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung membentuk SPPG MBG Gotong Royong di Bandar Lampung dengan target menyerap ribuan pekerja.
Sejumlah legislator menilai MBG mampu mendongkrak ekonomi daerah. Dengan begitu, pasokan bahan pangan dari petani, nelayan, dan UMKM terserap lebih baik, sehingga mendorong pergerakan ekonomi lokal.
BACA JUGA: Latisha Buah Hadir di Bandar Lampung, Sediakan Buah Lokal dan Impor Harga Terjangkau
Program Tetap Berjalan dengan Perbaikan
Badan Gizi Nasional (BGN) Lampung tetap melanjutkan program MBG, dan hanya menghentikan operasional SPPG yang bermasalah
“Program MBG tetap berjalan. Yang diberhentikan hanya SPPG yang melanggar imbauan dan aturan atau yang terbukti menyebabkan keracunan,” tegas perwakilan BGN Lampung.
Dengan melakukan evaluasi menyeluruh, pengawasan ketat, dan perbaikan berkelanjutan, pemerintah berharap MBG Lampung benar-benar menjadi solusi nyata
Jika pengelolaan berjalan sesuai standar, program ini bukan hanya menekan angka stunting tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara berkesinambungan.













