Merapah.com – Pemerintah memperluas program vaksinasi Human Papillomavirus atau HPV secara nasional. Mulai 2027, anak laki-laki usia 11 tahun akan menerima vaksin HPV gratis.
Kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resminya. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi eliminasi kanker serviks di Indonesia.
Selama ini, pemerintah telah memberikan vaksin HPV kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Program itu masuk dalam agenda imunisasi rutin nasional sejak 2022.
Perluasan sasaran vaksinasi bertujuan menekan penularan virus HPV di masyarakat. Virus ini menjadi penyebab utama kanker serviks pada perempuan.
BACA JUGA: Bunda, Ini Alasan Mengapa Anak Tidak Boleh Stres
Vaksin HPV Untuk Anak Laki-laki, Mengapa?
Kementerian Kesehatan menilai anak laki-laki berperan dalam rantai penularan HPV. Laki-laki memang tidak mengalami kanker serviks.
Namun mereka dapat membawa dan menularkan virus kepada pasangan. Menteri Kesehatan menegaskan pentingnya perlindungan sejak usia dini.
Ia menyebut vaksinasi laki-laki akan memperkuat perlindungan populasi.
“Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa penyakitnya ke pasangan,” ujar Budi.
Selain kanker serviks, infeksi HPV juga memicu kanker anus, penis, dan orofaring. Karena itu, vaksinasi pada laki-laki memberi manfaat kesehatan jangka panjang.
Kebijakan ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization. WHO mendorong vaksinasi HPV pada anak sebelum aktif secara seksual.
Target Eliminasi Kanker Serviks 2030
Pemerintah menetapkan target ambisius dalam program imunisasi HPV. Strategi ini menjadi bagian dari Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks.
Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan vaksinasi yang tinggi sebelum 2030. Target itu mencakup anak perempuan dan laki-laki.
“Pemerintah menargetkan 90% anak perempuan dan laki-laki mendapatkan vaksin HPV sebelum 15 tahun untuk mendukung eliminasi kanker serviks pada 2030.”
— Pernyataan Kemenkes tentang target cakupan vaksinasi vaksin HPV dikutip dari antara.
BACA JUGA: Anak Demam Boleh Mandi? Ini Panduan Aman dari Dokter Anak
Pemerintah memperkuat target tersebut dengan menjalankan program skrining rutin bagi perempuan usia dewasa jugedukasi kesehatan reproduksi di sekolah.
Pemerintah menggabungkan vaksinasi, deteksi dini, dan pengobatan dalam satu pendekatan terpadu. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.
Pelaksanaan dan Akses Vaksin
Pemerintah akan menyalurkan vaksin melalui sekolah dan fasilitas kesehatan. Puskesmas menjadi ujung tombak pelaksanaan imunisasi nasional.
Anak yang tidak bersekolah tetap dapat mengakses vaksin melalui layanan kesehatan terdekat. Karena itu, vaksinasi pada laki-laki memberi manfaat kesehatan jangka panjang.
Perluasan vaksinasi HPV menunjukkan komitmen negara pada pencegahan penyakit. Langkah ini memperkuat perlindungan generasi muda sejak usia sekolah.
Dengan memasukkan anak laki-laki dalam program, pemerintah berharap tercipta kekebalan kelompok.
Upaya ini sekaligus mempercepat target Indonesia bebas kanker serviks pada 2030.













