Merapah.com, Tulang Bawang Barat – Konselor sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental siswa di sekolah. Di SMA Negeri 1 Tumijajar, guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi pendamping siswa dalam menghadapi berbagai tekanan. Guru BK mendampingi siswa yang mengalami tekanan akademik, masalah pribadi, dan konflik sosial di sekolah.
Tekanan Remaja Meningkat, Konselor Hadirkan Solusi
Remaja sering mengalami kecemasan, stres, dan kehilangan motivasi akibat tekanan akademik dan sosial. Masalah ini dapat berdampak pada prestasi belajar dan kesejahteraan psikologis para siswa secara menyeluruh. Guru BK hadir memberi solusi dan ruang nyaman bagi siswa untuk berbagi cerita dan masalah pribadi.
BACA JUGA: Hari Pertama Pemutihan Pajak, Samsat Bandar Lampung Ramai Warga
Denta Deswanda, S.Pd., M.M, guru BK SMA Negeri 1 Tumijajar, mengungkapkan banyak siswa datang karena stres.

“Bukan hanya karena pelajaran, tapi karena mereka merasa cemas atau tidak punya teman bicara,” jelasnya.
Ia mengatakan tantangan saat ini berasal dari tekanan sosial dan masalah keluarga yang memengaruhi belajar.
Ruang BK Jadi Tempat Aman untuk Bercerita
Ruang BK bukan lagi tempat siswa yang bermasalah, tapi ruang aman untuk mendapatkan dukungan. Guru konselor menciptakan suasana nyaman dan terbuka agar siswa datang secara sukarela untuk curhat.
“Kami ingin siswa merasa didengarkan, bukan dihakimi,” kata Denta dengan ramah saat ditemui.
Dengan pendekatan humanis, guru BK membantu siswa menemukan solusi lewat diskusi dua arah yang terbuka.
BACA JUGA: Kesempatan Beasiswa Santri di LKSA Darul Falah Palembang
Konseling Kelompok dan Program Edukasi Rutin Digelar
SMA Negeri 1 Tumijajar juga mengadakan konseling kelompok dan edukasi seputar kesehatan mental secara rutin. Kegiatan ini bertujuan mencegah stres berlebih dan membantu siswa mengenali emosi sejak dini.

Guru BK juga bekerja sama dengan wali kelas dan guru lain untuk mengamati kondisi siswa. Jika ada siswa yang menunjukkan perubahan perilaku, pendekatan konseling dilakukan secara bertahap.
BACA JUGA: Gap Year Sebelum Kuliah: Strategi Cerdas atau Pilihan Berisiko?
Kolaborasi dengan Orang Tua dan Layanan Lanjutan
Pendampingan siswa tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari orang tua di rumah. Guru BK rutin mengajak orang tua berdiskusi saat siswa butuh pendampingan khusus dan berkelanjutan. Sekolah juga menjalin komunikasi dengan banyak pihak terkait jika siswa membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Dengan kolaborasi, pendampingan siswa bisa lebih menyeluruh dan berdampak positif,” tambah Denta.
Oleh: Putri Fajar Andini













