Merapah.com – Pernah dapet jawaban ChatGPT yang bikin bingung atau malah nggak sesuai harapan? Bisa jadi penyebabnya bukan dari AI-nya, tapi prompt yang kamu berikan kurang jelas. Prompt adalah perintah atau instruksi yang kamu kirimkan ke sistem AI seperti ChatGPT. AI hanya mengikuti arahan dari prompt, jadi kualitas prompt sangat menentukan hasilnya. Kalau prompt kamu ngambang atau ambigu, AI bisa salah tangkap maksudnya.
Apa Itu Prompt?
Prompt adalah tulisan berupa perintah, pertanyaan, atau instruksi untuk dijawab oleh AI. Prompt bisa pendek, bisa panjang, tergantung kebutuhan kamu saat menggunakan ChatGPT. ChatGPT akan merespons sesuai isi prompt, bukan berdasarkan tebakan atau intuisi. Semakin jelas prompt-nya, semakin bagus dan tepat pula jawaban yang kamu terima. AI bekerja seperti cermin, hasilnya tergantung dari input yang kamu berikan.
Contoh Prompt ChatGPT yang Kurang Tepat
Berikut beberapa contoh prompt yang terlalu umum dan membingungkan untuk AI:
“Tolong bantuin nulis.”
“Bikin artikel ya.”
“Apa itu cinta?”
“Kerjain tugas dong.”
Contoh di atas tidak jelas arah dan tujuannya, jadi AI akan menebak sendiri. Tebakan ini seringkali meleset, dan akhirnya jawabannya terasa aneh atau nggak nyambung.
Contoh Prompt yang Lebih Jelas
Bandingkan dengan contoh prompt yang lebih spesifik dan terarah berikut ini:
“Buat artikel 300 kata tentang manfaat air putih, gaya santai dan informatif.”
“Tolong buat caption IG untuk promosi kopi susu, tone santai dan kekinian.”
“Jelaskan cinta menurut psikologi sosial, dua paragraf, gaya ilmiah ringan.”
“Kerjakan tugas sosiologi 500 kata tentang dampak teknologi, bahasa formal kampus.”
Prompt seperti ini bikin AI paham apa yang harus dibuat, dari gaya sampai jumlah kata.
Tips Menulis Prompt ChatGPT yang Efektif
Agar jawaban AI lebih sesuai, ikuti beberapa tips menulis prompt berikut ini:
•Jelaskan tujuan kamu dengan spesifik dan jelas. Kemudian, tentukan panjang atau format jawaban yang diinginkan. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya, tambahkan audiens target jika perlu, agar lebih tepat sasaran. Jangan lupa, hindari kata-kata ambigu yang bisa menyesatkan AI.
AI bukan pembaca pikiran, jadi kamu harus beri arahan yang jelas dan lengkap. Kalau kamu bisa bikin prompt yang baik, AI akan jadi asisten terbaikmu. Jangan asal ngetik, yuk mulai belajar bikin prompt yang lebih cerdas!













