Lampung Selatan (Merapah.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Periode I bersama masyarakat akan menjadikan Desa Canti menjadi destinasi wisata favorit.
Sinergisitas itu, dibalut dalam program kerja “Promosi Desa Wisata” di Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya tarik wisata desa dengan memperkenalkan potensi alam dan budaya yang dimiliki.
Desa Canti memiliki berbagai objek wisata menarik, seperti Way Biyah, Air Terjun, dan Pantai Canti. Sayangnya, destinasi ini masih kurang dikenal wisatawan akibat minimnya promosi serta fasilitas pendukung yang terbatas.
Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa mengembangkan strategi promosi berbasis digital dan fisik. Kemudian, pemasangan papan informasi serta pemanfaatan media sosial menjadi alternatif pilihan.
Jadikan Desa Canti Destinasi Wisata Favorit Lewat Media
Upaya ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Selain itu, memberikan edukasi kepada masyarakat setempat pentingnya peran media dalam promosi pariwisata.
Penanggung jawab program, Nisrina Hasna, menjelaskan, selain promosi digital, mereka juga membangun gapura berkonsep ramah lingkungan.
“Gapura ini dibuat dari kayu dan bambu dengan desain khas Lampung. Mencerminkan identitas budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan keberadaan gapura bukan sekadar simbol penyambutan, melainkan sebagai elemen estetika yang dapat menarik perhatian wisatawan.
Selain itu, mahasiswa KKN juga mengajak warga setempat untuk lebih sadar terhadap pengelolaan sampah plastik. Edukasi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya promosi wisata ini.
“Kami juga mengadakan sosialisasi kepada warga mengenai pengurangan sampah plastik dan penggunaan bahan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Yola Febiola salah satu anggota KKN.
Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Canti dapat menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian destinasi wisata.
Mendapat Respon Positif
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat yang menyambut baik inisiatif mahasiswa dalam mengembangkan potensi desa mereka.
“Inisiatif program dari mahasiswa kami dukung, semoga ini menjadi perhatian lebih bagi pemerintah untuk menindaklanjuti dan memelihara supaya daerah kami menjadi dikenal diluaran sana,” ujar pak Asrori selaku warga desa.
Ke depan, diharapkan ada kolaborasi lebih lanjut antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan turut serta dalam mendukung pengembangan infrastruktur wisata guna memaksimalkan potensi yang ada.













