Merapah.com, Lampung Selatan — SMK Negeri Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Lampung terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi berbasis praktik dan industri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Pelajar 2026 yang dirangkai dengan peresmian Gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah, tepatnya di Jalan Raya Hajimena Km 13,5, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui agenda ini, sekolah secara bertahap mendorong pembelajaran yang aktif, kreatif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Selanjutnya, Festival Pelajar 2026 mengusung tema “Satu Festival, Seribu Inspirasi” yang menegaskan sekolah sebagai ruang tumbuh kreativitas, bakat, dan kompetensi pelajar lintas jenjang.
BACA JUGA: AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru Lewat AHBI 2025
Festival Pelajar Dorong Kreativitas dan Literasi Siswa
Festival Pelajar 2026 menghadirkan beragam perlombaan yang menstimulasi potensi siswa. Beberapa lomba yang digelar antara lain Fashion Show, Solo Song, Mading Kreasi, dan Mewarnai.
Selain lomba, sekolah juga menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Bank Indonesia memberikan Sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada peserta festival.

Selanjutnya, siswa menampilkan produk Teaching Factory dan gelar karya hasil pembelajaran praktik.
Bazar UMKM turut melibatkan pelaku usaha lokal untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sekolah.
Kepala SMKN SPP Lampung, Margi Prasojo, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang lomba.
“Festival Pelajar ini kami rancang sebagai wadah kreativitas, edukasi, dan apresiasi karya pelajar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mendorong pembelajaran kolaboratif.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar berkolaborasi, berinovasi, dan mengenal dunia usaha serta industri sejak dini,” katanya.
BACA JUGA: Komisi Nasional Ajak Siswa SMK Menjadi Sales Profesional
Link and Match Jadi Arah Pendidikan Vokasi
Menurut Margi, Festival Pelajar 2026 mendukung penguatan link and match pendidikan dan industri.
Sekolah berupaya memastikan pembelajaran tetap sejalan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin SMK benar-benar menjadi tempat lahirnya sumber daya manusia yang siap kerja dan siap berwirausaha,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kurikulum SMK Pusat Keunggulan.
Melalui interaksi langsung dengan dunia usaha, siswa memahami tantangan dan peluang industri.
Dengan demikian, proses belajar tidak terlepas dari konteks nyata.
BACA JUGA: Strategi Belajar Menjelang Ujian agar Lebih Efektif: 10 Tips Ampuh
Gedung RPS Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik
Bersamaan dengan festival, SMKN SPP Lampung meresmikan Gedung RPS SMK Pusat Keunggulan. Fasilitas ini mendukung Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Peresmian mencakup satu gedung RPS, dua Smart Green House, dan satu Center Maggot. Seluruh fasilitas dirancang untuk mendukung pembelajaran praktik dan Teaching Factory.
Margi menegaskan pentingnya fasilitas tersebut bagi peningkatan kompetensi siswa.
“Gedung RPS dan fasilitas pendukung ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran kini lebih aplikatif.
BACA JUGA: Wi-Fi Gratis, Asrama, dan Beasiswa S1: Semua Bisa Dinikmati Guru di BGTK Lampung
“Pembelajaran tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.
Menurut Margi, Smart Green House dan Center Maggot membekali siswa dengan keterampilan pertanian modern.
“Kami berharap lulusan SMKN SPP Lampung memiliki daya saing tinggi dan memahami teknologi pertanian berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen sekolah dalam menerapkan kurikulum SMK Pusat Keunggulan secara optimal.
“Dengan sarana praktik yang memadai, siswa bisa belajar sesuai standar industri,” pungkasnya.
Melalui Festival Pelajar 2026 dan peresmian Gedung RPS, SMKN SPP Lampung menunjukkan arah pendidikan vokasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Sekolah terus mendorong lahirnya lulusan kompeten yang siap menghadapi dunia kerja dan agribisnis masa depan.













