Tata Kelola Wisata Terarah Jadi Fokus Pengembangan Desa Cabang

Pembentukan Pokdarwis menjadi langkah awal penguatan tata kelola wisata Desa Cabang.

Tata Kelola Wisata Terarah Jadi Fokus Pengembangan Desa Cabang
Warga Desa Cabang berdiskusi merancang pengelolaan wisata berbasis masyarakat sebagai langkah awal memperkuat tata kelola wisata desa.

Merapah.com, Lampung Tengah — Warga Desa Cabang mulai memperkuat pengelolaan potensi wisata melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis.

Langkah ini muncul dari kebutuhan warga mengelola wisata secara terarah dan berdampak pada ekonomi lokal.

Diskusi pembentukan Pokdarwis berlangsung di balai desa pada 8 Januari 2025.

Mitra Bentala dan Environmental Defense Fund (EDF) memfasilitasi diskusi agar warga terlibat aktif sejak tahap perencanaan.

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas arah pengelolaan wisata desa. Warga menekankan pentingnya pengelolaan yang adil dan berkelanjutan.

Tata Kelola Wisata Terarah Jadi Fokus Pengembangan Desa Cabang.
Warga optimistis bahas pengembangan wisata desa yang diharapkan memberi dampak ekonomi berkelanjutan.

Diskusi tidak berfokus pada agenda seremonial. Warga langsung membahas langkah teknis dan dampak yang ingin dicapai.

Pendekatan ini menunjukkan keseriusan warga dalam mengembangkan wisata desa.

 

BACA JUGA: Pertanian Organik Berbasis Perempuan Tumbuh di Desa Kelawi Lampung Selatan

 

Pokdarwis sebagai Wadah Kolektif Pengelolaan Wisata

Warga Desa Cabang membentuk Pokdarwis sebagai wadah bersama pengelolaan wisata. Mereka menilai pengelolaan kolektif dapat memperluas manfaat ekonomi.

Melalui Pokdarwis, warga mengelola pariwisata secara terbuka dan transparan.

Diskusi membahas penentuan nama kelompok sebagai identitas bersama. Warga juga membahas lokasi wisata yang akan dikelola secara bertahap.

Selain itu, warga menyusun struktur organisasi agar pembagian peran berjalan jelas.

Legalitas dan administrasi kelompok turut menjadi pembahasan penting. Warga memahami legalitas sebagai dasar pengelolaan wisata jangka panjang.

Langkah ini bertujuan memperkuat posisi Pokdarwis dalam pengelolaan desa.

 

BACA JUGA: Kandungan Omega-3 Ikan Ini Lebih Tinggi dari Salmon

 

Sejak Awal, Warga Ambil Peran dalam Setiap Tahap Pengembangan

Diskusi menunjukkan partisipasi aktif masyarakat Desa Cabang. Warga menyampaikan pandangan secara beragam dan saling menanggapi.

Kondisi ini mencerminkan minat kuat terhadap pengembangan pariwisata desa.

Tata Kelola Wisata Terarah Jadi Fokus Pengembangan Desa Cabang..
Kolaborasi warga dan pendamping terlihat dalam diskusi, mencerminkan semangat kerja sama untuk membangun pengelolaan wisata dengan basis masyarakat.

Fasilitator Guswarman menilai keterlibatan warga menjadi faktor utama keberhasilan Pokdarwis. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam seluruh proses.

“Pengelolaan Pokdarwis harus melibatkan masyarakat sejak awal agar manfaatnya dirasakan bersama,” ujar Guswarman.

Menurutnya, keterlibatan tersebut membangun rasa memiliki terhadap wisata desa.

“Ketika masyarakat terlibat langsung, mereka akan menjaga dan mengembangkan wisata secara berkelanjutan,” tambahnya.

 

BACA JUGA: Desa Maja, Hadapi Risiko Tinggi di Gunung Api

 

Ketua Pokdarwis Dorong Kolaborasi dan Pendampingan

Warga kemudian menyepakati struktur kepengurusan Pokdarwis Desa Cabang. Deni Saputra terpilih sebagai ketua melalui kesepakatan bersama warga.

Ia menyatakan kesiapannya menjalankan peran tersebut secara kolaboratif.

Deni menilai keberhasilan pengelolaan wisata bergantung pada dukungan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dalam proses pengembangan.

“Saya siap memimpin Pokdarwis sebagai bentuk dukungan pengembangan wisata Desa Cabang,” ujarnya.

“Dengan dukungan dan bimbingan bersama, Pokdarwis bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Deni.

Pembentukan Pokdarwis menjadi langkah awal penguatan ekonomi Desa Cabang. Warga membuka peluang pengembangan wisata secara bertahap dan terarah.

Karena itu, masyarakat dan pendamping membangun kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan wisata desa.