Voyager Station: Hotel Luar Angkasa Pertama di Dunia Siap Dibuka pada 2027

Hotel luar angkasa ini bisa menampung sekitar 400 orang sekaligus

voyager station
Voyager Station, hotel luar angkasa yang kabarnya akan buka di tahun 2027! Simak selengkapnya. (Foto Istimewa)

Merapah.comVoyager Station, proyek hotel luar angkasa pertama di dunia, terus bergerak maju menuju target operasional pada tahun 2027–2028. Proyek ini dikembangkan oleh perusahaan Amerika, Orbital Assembly Corporation (OAC), yang juga dikenal sebagai Above Space.

Sementara itu, OAC merancang Voyager Station sebagai resor di orbit rendah Bumi. Hotel ini membuka peluang baru bagi wisatawan untuk tinggal di luar angkasa. Desainnya bukan hanya sekadar tempat tidur di orbit, tapi kompleks fasilitas lengkap untuk tamu dan kru.

Desain Struktural dan Teknologi

Voyager Station berbentuk seperti roda berputar besar di luar angkasa. Struktur ini menciptakan gravitasi buatan melalui putaran, sehingga penghuni bisa bergerak lebih nyaman. Gravitasi buatan ini diperkirakan mendekati level gravitasi Bulan pada tahap awal operasional.

BACA JUGA: Chery Tiggo 5 Pro Resmi Hadir sebagai SUV Kompak Bermesin Bensin

Stasiun ini terdiri dari 24 modul yang saling terhubung di bagian cincin besar. Total diameter struktur mencapai sekitar 200 meter, dengan luas habitable mencapai lebih dari 11.600 meter persegi. Setiap modul memiliki ukuran panjang sekitar 20 meter dan lebar 12 meter.

Orbital Assembly Corporation menargetkan pembangunan modul besar pada periode 2025–2026. Selanjutnya, perusahaan tersebut merakit seluruh elemen di orbit hingga mencapai konfigurasi final, sebelum akhirnya membuka proyek itu secara resmi.

Kapasitas dan Fasilitas Tamu

Hotel luar angkasa ini menampung sekitar 400 orang sekaligus. Jumlah tersebut mencakup tamu hotel serta kru pendukung operasional. Para tamu bisa menikmati pengalaman tinggal di luar angkasa dengan fasilitas lengkap.

Fasilitas utama di hotel luar angkasa ini mencakup:

  • Restoran dan bar dengan pemandangan luar angkasa.
  • Bioskop dan ruang konser untuk hiburan di malam hari.
  • Gym atau pusat kebugaran agar tamu tetap aktif.
  • Lounge pengamatan Bumi dengan pemandangan spektakuler.
  • Suite dan vila mewah yang dirancang nyaman untuk penginapan.
  • Spa dan fasilitas perawatan tubuh untuk tamu yang menginginkan relaksasi.

Konsep fasilitas ini menjadikan Voyager Station bukan sekadar hotel luar angkasa, tetapi destinasi lengkap untuk liburan dan riset.

Target Pasar dan Biaya

Proyek ini menargetkan pasar wisatawan antariksa dan lembaga penelitian. Biaya menginap di Voyager Station diperkirakan sangat tinggi pada fase awal. Para tamu kemungkinan harus membayar puluhan juta dolar untuk tinggal beberapa hari di orbit.

Orbital Assembly Corporation mengandalkan kemajuan teknologi peluncuran, termasuk roket generasi baru, untuk menekan biaya pengiriman modul dan tamu ke stasiun orbit. Perusahaan berharap biaya ini turun seiring meningkatnya frekuensi penerbangan luar angkasa komersial.

BACA JUGA: Tips Memilih Jenis Madu Sesuai Kebutuhan Tubuh

Tantangan Teknis dan Waktu Pembangunan

Meskipun jadwal 2027 menjadi target utama, para ahli luar angkasa menyatakan bahwa tantangan teknis masih besar. Pembangunan struktur besar di luar angkasa membutuhkan koordinasi tinggi dan dukungan teknologi mutakhir.

Belum semua kontrak peluncuran dan komponen utama final. Proyek ini masih harus melewati berbagai uji sistem dan prosedur keselamatan sebelum benar-benar siap menyambut tamu.

Dampak dan Potensi Masa Depan

Jika berhasil, Voyager Station akan membuka babak baru dalam industri pariwisata luar angkasa. Hotel luar angkasa ini bisa menjadi pionir bagi proyek sejenis di masa depan. Industri wisata antariksa akan semakin berkembang dan menawarkan pengalaman unik yang dulu hanya ada dalam fiksi ilmiah.

Voyager Station memperlihatkan betapa cepatnya teknologi antariksa berkembang dan membuka kemungkinan baru bagi manusia untuk tinggal di luar orbit Bumi dalam jangka waktu lebih panjang.