Mitra Bentala Bersama Nelayan Sungai Burung Gelar Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terpadu

Merapah.com, Tulang Bawang, 24 Juni 2025 — Mitra Bentala bersama nelayan Sungai Burung menggelar pelatihan pengelolaan wilayah pesisir. Tepatnya di Desa Sungai Burung, Dente Teladas, Tulang Bawang, Lampung.

Kegiatan ini dihadiri 44 peserta, terdiri dari 7 Kelompok Usaha Bersama (KUB), 2 Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dan 1 Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) dari Kampung Sungai Burung, serta 1 KUB, 1 Pokmaswas, dan 1 Poklahsar dari Kampung Cabang.

BACA JUGA: Dampak Sampah Plastik Bagi Laut, Ekosistem Terancam

Pelatihan berlangsung di Balai Pertemuan Kampung Sungai Burung sejak pagi hingga sore hari.

Bahas Wilayah Pesisir dan Tata Kelola Lau

Rizani S.P., M.Si. dari Mitra Bentala membuka pelatihan dengan pengenalan wilayah pesisir dan laut. Peserta mempelajari perbedaan antara pantai, pesisir, dan laut melalui diskusi yang mudah dipahami.

“Kita harus tahu batas zona agar tidak salah saat melaut,” ujar Rizani dalam pemaparannya.

Mereka juga memahami bahwa wilayah pesisir menyimpan potensi ekonomi dan ekologi yang besar.

BACA JUGA: Sejarah Kota Bandar Lampung: Dari Kota Kembar ke Pusat Pelabuhan Modern Sumatra

Kelompok Diskusi Bahas Masalah Nyata di Lapangan

Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk membahas masalah utama yang mereka hadapi. Kelompok pertama menyoroti rusaknya habitat laut akibat trawl, tarik garuk, dan penggalian pasir.

Mereka juga menyebut penebangan mangrove menyebabkan abrasi dan perubahan iklim. Kelompok kedua mencatat penurunan hasil tangkap serta mahalnya bahan bakar nelayan kecil. Sementara itu, kelompok ketiga menyoroti banjir, bibit ikan mati, dan harga yang tak menentu.

“Mangrove makin sedikit, abrasi makin parah, hasil tangkap juga makin turun,” keluh seorang peserta.

Data dan Fakta Picu Kesadaran Kolektif

Dalam pelatihan, Rizani juga menyampaikan data penting tentang kondisi pesisir Lampung Timur. Ia menyebut populasi rajungan turun 30 persen akibat tangkap berlebih dan pencemaran air.

Selain itu, abrasi pantai terus terjadi hingga ratusan meter tiap tahun di wilayah timur. Fakta tersebut mendorong peserta untuk ikut menjaga ekosistem laut secara bersama.

BACA JUGA: Tips Reels Instagram Ramai: 5 Strategi Jitu Naikkan Engagement

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan Wilayah Pesisir

Sekretaris Desa Sungai Burung, Syamsu Alam, menyatakan dukungannya terhadap pelatihan yang digelar Mitra Bentala.

“Kami mendukung penuh langkah ini agar aturan desa bisa jalan bersama kelompok nelayan,” ujarnya.

Mitra Bentala bersama nelayan Sungai Burung juga akan melanjutkan pendampingan hingga ke lapangan.

“Kami ingin perubahan ini berkelanjutan, bukan hanya hari ini saja,” ujar Destia dari tim fasilitator.

Dengan semangat kolaborasi, Mitra Bentala bersama nelayan Sungai Burung membangun pesisir lebih tangguh. Mereka berharap laut tetap lestari, nelayan sejahtera, dan anak cucu tetap bisa melaut esok hari.