Mitra Bentala Gandeng Destana dan FPRB, Tetapkan Program Prioritas di Lampung Selatan

1. Mitra Bentala, Destana, dan FPRB

Merapah.com, Lampung Selatan – Mitra Bentala bersama Desa Tangguh Bencana (Destana), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan aparatur desa menggelar workshop penyusunan prioritas.

Workshop berlangsung di Desa Kelawi pada 26 Agustus 2025 dan Desa Maja pada 28 Agustus 2025.

2. Mitra Bentala, Destana, dan FPRB

Tujuan kegiatan untuk menetapkan rencana aksi pengurangan risiko bencana secara realistis dan mendesak. Peserta menyusun kegiatan secara partisipatif agar selaras dengan kebutuhan warga desa.

BACA JUGA: Kampung Sungai Burung: Sehari Belajar dan Bertumbuh Bersama Nelayan Pesisir

Kerentanan Desa Pesisir

Desa Kelawi dan Desa Maja berada di pesisir Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi berhadapan dengan Selat Sunda membuat wilayah rawan ancaman tsunami dan gelombang pasang.

Kondisi perbukitan di sekitar desa juga meningkatkan potensi longsor saat curah hujan tinggi.
Perubahan iklim memperbesar ancaman kekeringan yang mengganggu sektor pertanian dan perkebunan desa.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan upaya pengurangan risiko bencana secara terencana dan berkelanjutan.

Dasar Penyusunan Prioritas

Sebelum workshop, Mitra Bentala bersama Destana, FPRB, dan BPBD menyusun dokumen kajian kerentanan desa.

4.Mitra Bentala, Destana, dan FPRBDokumen itu memuat gambaran nyata kondisi wilayah serta rekomendasi strategis pengurangan risiko bencana. Hasil kajian merekomendasikan 15 kegiatan di Desa Kelawi dan 17 kegiatan di Desa Maja.

Rekomendasi mencakup pencegahan, mitigasi, peningkatan kapasitas warga, hingga penguatan sistem peringatan dini.

BACA JUGA: Mobil Terbaru di Indonesia 2025: Deretan Model Segar yang Wajib Dilirik

Proses Partisipatif

Mashabi, dari Mitra Bentala menegaskan pentingnya partisipasi dalam menetapkan kegiatan prioritas desa.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menyusun kegiatan prioritas di Desa Maja maupun Desa Kelawi.

Pemilihan dilakukan secara partisipatif, dan langkah tersebut menurut saya sangat efektif. Semua peserta dapat menyuarakan pendapatnya masing-masing,”ujarnya.

Anita dari Destana Desa Maja juga menyampaikan pengalamannya selama kegiatan.

“Dari kegiatan ini saya mendapatkan banyak ilmu tentang bencana serta ikut memilih kegiatan prioritas. Harapan saya semoga dari penyusunan implementasi prioritas ini benar-benar dapat terealisasikan. Untuk FPRB dan Destana tetap semangat, kompak selalu dalam memajukan desa,”tuturnya.

Kesepakatan Kegiatan Prioritas

Rahma Yuni dari FPRB mengungkap hasil kesepakatan yang dicapai peserta.

“Awalnya ada 17 kegiatan, hingga disepakati menjadi 4 kegiatan prioritas. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini baik FPRB maupun Destana semakin kompak. Solid untuk desa yang lebih maju,”ujarnya.

Ari Apriansyah, perwakilan FPRB lainnya, menambahkan

“Saya ikut serta dalam penyusunan prioritas dan memilih program untuk dijalankan. Saya berharap semua program prioritas dapat terealisasi dengan baik.”

5.Mitra Bentala, Destana, dan FPRBRamli, anggota FPRB, juga memberi komentar mengenai kegiatan tersebut. Ia menuturkan,

“Menurut saya kegiatan hari ini sangat menantang. Harapan saya ke depannya agar kegiatan ini dapat terealisasikan dan berjalan dengan baik.”

Pemilihan program mempertimbangkan tingkat urgensi kebutuhan, ketersediaan sumber daya, dan kapasitas warga.

Proses itu memastikan kegiatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat secara terukur dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Mitra Bentala Gelar Workshop Pengurangan Risiko Bencana untuk Pariwisata Desa Maja dan Kelawi

Ketangguhan Masyarakat Pesisir

Kegiatan Mitra Bentala bersama Destana dan FPRB tidak sebatas dokumen, melainkan langkah nyata.
Partisipasi aktif warga menunjukkan kesadaran bahwa pengurangan risiko bencana tanggung jawab bersama.

Dengan program prioritas terarah, Desa Kelawi dan Desa Maja semakin tangguh menghadapi ancaman bencana.