Penting bagi Pelaku Bisnis Peka dan Paham terhadap Economic Behavior, Ekspektasi Positif, serta Multiplier Effect atas Kebijakan Moneter dan Fiskal

Memahami Economic Behavior dalam Ekosistem Bisnis

Erson Agustinus
Economic behavior menjadi fondasi penting bagi pelaku bisnis. Erson Agustinus (Praktisi ekonomi)

Oleh: Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)

Merapah.com – Pelaku bisnis harus bersikap peka dalam setiap tindakan dan keputusan usaha. Kepekaan tersebut diperlukan untuk membaca situasi dan kondisi ekosistem bisnis secara menyeluruh.

Pelaku usaha perlu memahami economic behavior sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. Economic behavior merujuk pada tindakan individu dalam produksi, konsumsi, tabungan, dan investasi.

Perilaku tersebut mencerminkan cara individu dan institusi mengelola serta memanfaatkan sumber daya. Dalam praktiknya, keputusan ekonomi sering menyimpang dari teori ekonomi tradisional.

BACA JUGA: Voyager Station: Hotel Luar Angkasa Pertama di Dunia Siap Dibuka pada 2027

Penyimpangan tersebut muncul akibat pengaruh emosi, bias kognitif, dan tekanan sosial. Oleh karena itu, pelaku bisnis harus memahami faktor psikologi dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Membangun Ekspektasi Positif untuk Iklim Usaha

Selain memahami perilaku ekonomi, pelaku bisnis perlu membangun pandangan jangka panjang yang optimistis. Pandangan tersebut membantu menciptakan keyakinan terhadap keberlanjutan iklim usaha.

Pelaku usaha dapat membangun ekspektasi positif melalui pola pikir yang konstruktif. Ekspektasi positif mendorong keyakinan bahwa kondisi bisnis saat ini dan ke depan tetap bertumbuh.

Keyakinan tersebut mencegah keraguan dalam melakukan aktivitas ekonomi. Akibatnya, transaksi bisnis terus berjalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Peran Kebijakan Fiskal dan Moneter terhadap Dunia Usaha

Dalam praktik bisnis, pelaku usaha tidak terlepas dari kebijakan ekonomi negara. Salah satu kebijakan tersebut adalah kebijakan fiskal yang berada di bawah kewenangan pemerintah.

Kebijakan fiskal mengatur pendapatan negara melalui pajak serta pengeluaran pemerintah. Pemerintah menggunakan kebijakan fiskal untuk memengaruhi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Tujuan kebijakan fiskal mencakup penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pelaku usaha juga harus memahami peran kebijakan moneter.

Bank sentral menjalankan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dan suku bunga. Di Indonesia, Bank Indonesia berwenang menjalankan kebijakan moneter secara independen. Instrumen utama kebijakan moneter meliputi suku bunga acuan, operasi pasar terbuka, dan Giro Wajib Minimum.

BACA JUGA: Santika Indonesia Hotels Raih Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 Lewat Program GM For a Day

Pentingnya Memahami Multiplier Effect Kebijakan Ekonomi

Pelaku bisnis perlu memahami multiplier effect dari kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kedua kebijakan tersebut memengaruhi kondisi ekonomi secara menyeluruh. Dampaknya terasa langsung pada operasional, strategi, dan profitabilitas usaha. Pemahaman ini membantu pelaku bisnis mengambil keputusan yang lebih adaptif.

Kebijakan fiskal dan moneter harus dipahami secara bersamaan. Keduanya saling berkaitan dalam membentuk kondisi makroekonomi yang memengaruhi dunia usaha.

Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter merupakan indikator penting, antara lain:

1. Stabilitas ekonomi
Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menciptakan stabilitas ekonomi berkelanjutan. Stabilitas tersebut memberi kepastian bagi pelaku bisnis dalam merencanakan kegiatan usaha.

2. Pencegahan krisis

Pada masa krisis, pemerintah dan bank sentral menerapkan kebijakan secara terkoordinasi. Sejalan dengan itu, pelaku usaha yang memahami arah kebijakan tersebut menjadi lebih siap menghadapi tekanan ekonomi.

3. Prediksi tren ekonomi

Arah kebijakan fiskal dan moneter memberikan sinyal terhadap kondisi ekonomi mendatang. Pelaku bisnis dapat memprediksi potensi pertumbuhan atau perlambatan ekonomi.