Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)
Tahun 2025 telah berlalu, situasi ekonomi yang kurang menguntungkan di tahun tersebut membuat harus mawas diri menghadapi tahun 2026 yang baru dimulai.
Di babak baru tahun 2026 ini, sektor properti residensial diprediksi akan terus tumbuh meski harus menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah tren dan peluang diidentifikasi dapat mendorong pertumbuhan sektor ini di tengah dinamika pasar yang sedang mencari keseimbangan baru.
BACA JUGA: Lampung Property Residential Outlook 2026
Sektor residensial tetap menjadi motor utama pertumbuhan properti nasional. Beragam kebutuhan masyarakat, seperti hunian untuk kelas menengah dan MBR pangsa pasar masih terbuka lebar, meski daya beli masyarakat sedang dalam pemulihan, minat terhadap sektor ini tetap tinggi, sehingga diperkirakan akan terus mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun ini.
Menghadapi tantangan bisnis properti di tahun 2026 memerlukan refleksi menyeluruh terhadap berbagai aspek. Dinamika pasar properti residensial dipengaruhi banyak faktor antara lain; kondisi makro ekonomi, perubahan regulasi dan tren gaya hidup (lifestyle).
Refleksi bisnis properti residensial harus mengarah pada agilitas dan ketahanan. Untuk sukses di bisnis properti 2026 harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan eksternal, inovasi teknologi serta memprioritaskan value jangka panjang bagi konsumen dan lingkungan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek properti.
BACA JUGA: Penting bagi Pelaku Bisnis Peka dan Paham terhadap Economic Behavior, Ekspektasi Positif, serta Multiplier Effect atas Kebijakan Moneter dan Fiskal
Untuk menggeliakan sektor properti di 2026, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif yang mencakup reformasi perizinan, stabilisasi ekonomi makro, inovasi produk, dan penguatan fundamental industri konstruksi.
Sektor properti residensial perlu beradaptasi dengan perubahan dinamika pasar, preferensi konsumen yang berubah, dan tantangan global yang semakin kompleks. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, sektor properti dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, yang kita fahami bahwa ada 184 unsur bisnis yang terafiliasi dalam bidang properti, sehingga bisa disebut sebagai lokomotif bisnis nasional
BACA JUGA: Kredit Belum Membaik Sampai di Penghujung 2025, Namun Harapan Tumbuh 2 Digit di 2026
Bisnis properti residensial menawarkan banyak peluang menarik bagi pelaku bisnis, dari pengembang, investor, hingga agen properti. Dengan potensi pertumbuhan yang terus berlanjut, bisnis ini dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil dan menguntungkan. Namun, seperti bisnis lainnya, sektor properti juga menghadapi tantangan yang perlu dihadapi dengan strategi yang matang.
Peningkatan pertumbuhan sektor properti residensial membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan sinergi antara pemerintah, pengembang, lembaga keuangan, dan konsumen untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan berkelanjutan.













