Sabtu, Juli 11, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

Kredit Belum Membaik Sampai di Penghujung 2025, Namun Harapan Tumbuh 2 Digit di 2026

Putri S by Putri S
Desember 27, 2025
in Uncategorized
erson agustinus-

Dugaan penyebab ketidak sinkronan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yaitu dominasi kebijakan fiskal. Oleh Erson Agustinus.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh: Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)

Merapah.com – Perlambatan Ekonomi nasional yang terjadi di Q1 s/d Q3 2025 akibat penerapan strategi fiskal ekonomi yang kurang pas dimana uang M0 yang beredar di masyarakat mendekati 0% saat itu, ditambah lagi situasi global yang kurang menguntungkan.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

Perang terjadi di berbagai wilayah, diperburuk lagi keluarnya kebijakan tidak populer Trump yaitu Resiprocal dan Shut Down memaksa The Fed (Bank Sentral AS) beberapa kali menurunkan suku bunga acuan yang memperparah situasi ekonomi dunia.

Akibat dari peristiwa sepanjang 2025 itu maka pertumbuhan kredit perbankan bergerak melambat pula. Tercatat kredit per November berada di level 7,74% YoY masih berada dibawah target moderat OJK sebesar 9%-11%.

BACA JUGA: Lampung Property Residential Outlook 2026

Perlahan tapi pasti ekonomi nasional kita sampai akhir Q4 2025 mulai memperlihatkan perbergerakan kearah positif walaupun belum terlihat signifikan setelah pemerintah dan BI mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang diharapkan memperkuat ekonomi domestik bergerak antara lain: Pemindahan dana SAL, efektivitas APBN, pembentukan satgas pemberantasan tambang ilegal dan korupsi, 2 kali mengeluarkan stimulus pemerintah guna penguatan bidang sektor, BI pun telah beberapa kali menurunkan BI Rate sampai 150 bps menjadi 4,75% dan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial(KLM).

Namun demikian kendati pemerintah dan BI telah menggelontorkan stimulus-stimulus, pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 masih bergerak melambat.

Masih lambatnya pertumbuhan kredit saat ini persoalannya bukan pada likuiditas bank, melainkan masih lemahnya permintaan kredit dan kehati-hatian perbankan dalam mengelola risiko. Perbankan saat ini masih cenderung berhati-hati karena kualitas debitur belum sepenuhnya pulih, sementara dunia usaha masih menahan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

BACA JUGA:  Penting bagi Pelaku Bisnis Peka dan Paham terhadap Economic Behavior, Ekspektasi Positif, serta Multiplier Effect atas Kebijakan Moneter dan Fiskal

Korporasi masih cenderung menahan diri (wait and see) dalam melakukan ekspansi. Perilaku tersebut tercermin dari tingginya angka fasilitas kredit yang belum ditarik atau undisbursed loans sebesar Rp2.509,4 triliun pada November 2025. Selain daripada itu penundaan permohonan kredit menjalar ke segmen rumah tangga. Dikarnakan ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan penghasilan belum cukup kuat sehingga memicu perilaku menahan konsumsi dan pengajuan kredit baru.

Namun demikian multiflier effect dari kebijakan pemerintah dan BI terhadap pertumbuhan kredit diprediksi akan tumbuh di level 2 digit diharapkan terjadi di tahun 2026, seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional yang di prediksi di level 5,4% sampai 5,,7% angka optimisnya, serta didorong oleh domestik demand yang bisa mencapai 90%, sementara ketergantungan dari sisi global demand hanya 10%.

Tags: bank indonesiaekonomierson agustinuskredit 2025pemerintah
Previous Post

Ferry Irwandi Melawan Batas Kewilayahan

Next Post

Ketika Bencana Tak Dianggap Nasional, Komunikasi Negara Ikut Mengecil

Next Post
Shofura Nur Adilah (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unila)

Ketika Bencana Tak Dianggap Nasional, Komunikasi Negara Ikut Mengecil

Honda New ADV 160

Honda New ADV 160, Skutik Tangguh Bergaya SUV

Mudik pesawat

Tips Mudik Naik Pesawat agar Perjalanan Bebas Drama

PAN Kota Bandar Lampung

PAN Bandar Lampung Bidik Dua Kali Lipat Kursi DPRD pada Pemilu Mendatang

Emersia Hotel & Resort Raih Traveloka Hotel Awards

Emersia Hotel & Resort Raih Traveloka Hotel Awards 2025, Satu-satunya dari Lampung

RECOMMENDED NEWS

Indonesia Urges Olympic Council of Asia to Promote 2018 Asian Games

3 bulan ago
sarapan sehat

Sarapan Sehat Menurut Jurnal: Salah Menu, Energi Turun

7 bulan ago
OJK TIDAK AKAN TAMPILKAN SLIK KREDIT DI BAWAH Rp1 JUTA, NAMUN INGAT! SLIK BUKAN SATU-SATUNYA INDIKATOR APPROVAL KREDIT

OJK TIDAK AKAN TAMPILKAN SLIK KREDIT DI BAWAH Rp1 JUTA, NAMUN INGAT! SLIK BUKAN SATU-SATUNYA INDIKATOR APPROVAL KREDIT

3 bulan ago
kkn pengajaran

Menuju Kelurahan Digital, KKN Unila Dorong Digitalisasi Website Kelurahan Pengajaran

5 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung Budget Travel cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Peran Strategis Arsitek Lanskap: Menyatukan Manusia dan Alam untuk Kota Berkelanjutan dan Berkemanusiaan
  • Perbedaan Urban Planning, Arsitektur, dan Arsitektur Lanskap
  • DPD PI Lampung Gelar PI Expo Run 5K, Start dari Transmart dan Undi Satu Unit Rumah

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com