Merapah.com, Bandar Lampung – Tren bisnis wewangian terus menunjukkan pertumbuhan, termasuk di kalangan akademisi. Salah satu contohnya datang dari dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Dr. Viola De Yusa, yang merintis usaha parfum premium dengan merek Vio Flo sejak 2024.
Dr. Viola De Yusa memilih terjun ke bisnis parfum bukan tanpa alasan. Ketertarikannya pada dunia kecantikan dan perhatian terhadap detail membuatnya meyakini bahwa aroma memiliki peran penting dalam membentuk identitas seseorang.
BACA JUGA: Komdigi Bersama Said Hasibuan Bahas Strategi Layanan Publik Cakap Digital
Menurutnya, kesan pertama seseorang tidak selalu ditentukan oleh penampilan visual semata. Justru, aroma yang melekat sering kali menjadi hal yang paling diingat.

“Aroma itu adalah jati diri. Orang mungkin lupa penampilan, tapi suasana dan wangi yang ditinggalkan bisa membekas lebih lama,” ujarnya.
Ia menambahkan, seseorang yang rapi dan wangi memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menciptakan kesan positif secara emosional.
BACA JUGA: Ketika Dunia Dilanda Heatwave, Bagaimana dengan Indonesia?
Bidik Gen Z dengan Konsep Premium Terjangkau
Melalui brand Vio Flo, Dr. Viola De Yusa menyasar segmen anak muda, khususnya generasi Z (Gen Z), yang dinilai memiliki kesadaran tinggi terhadap penampilan dan personal branding.
Meski mengusung konsep parfum premium, Ia menegaskan bahwa produknya tetap dirancang agar terjangkau. Hal ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati produk berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Bahan baku parfum yang digunakan pun diklaim berasal dari bibit fragrance berkualitas tinggi yang terinspirasi dari standar parfum internasional, termasuk dari Paris, Prancis.
“Harapannya, setiap orang bisa tampil percaya diri di momen penting tanpa harus memikirkan harga yang mahal,” ujarnya.
BACA JUGA: DPD IPI Lampung Resmi Terbentuk, Novi Hermanto Siap Promosikan Pariwisata hingga International
Strategi Pemasaran Digital dan Event
Dalam memasarkan produknya, Vio Flo mengandalkan kanal digital seperti marketplace, sekaligus aktif membuka booth di berbagai event yang banyak melibatkan anak muda.

Strategi ini dinilai efektif untuk membangun kedekatan dengan pasar serta meningkatkan brand awareness di kalangan Gen Z.
Selain itu, pendekatan offline melalui event juga memberikan pengalaman langsung kepada konsumen untuk mencoba produk.
Kembangkan Produk Turunan
Ke depan, Dr. Viola De Yusa berencana memperluas lini produknya dengan menghadirkan body lotion yang dapat membantu meningkatkan dan memperpanjang ketahanan aroma parfum.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis sekaligus memperkuat positioning Vio Flo sebagai brand wewangian yang lengkap.
BACA JUGA: Puluhan UMKM Lampung Antusias Urus Merek, Pendaftaran HKI Digratiskan di Bakti Legalitas
Akademisi Ikut Dorong Ekonomi Kreatif
Kehadiran Vio Flo menjadi contoh bahwa dosen tidak hanya berperan di dunia akademik, tetapi juga mampu berinovasi di sektor ekonomi kreatif.
Di lingkungan IIB Darmajaya sendiri, sejumlah dosen mulai mengembangkan usaha di berbagai bidang sebagai bentuk implementasi ilmu sekaligus kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Langkah Viola ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan masyarakat luas untuk berani memulai usaha, terutama di sektor yang memiliki potensi pasar besar seperti industri parfum dan kecantikan.













