Antam Sentuh Rp2,8 Juta per Gram, Harga Emas Hari Ini Turun

Harga Emas Antam Mengalami Koreksi

Harga emas hari ini-
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Pelemahan dipicu penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Merapah.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali melemah pada perdagangan Sabtu, 16 Mei 2026. Penurunan harga terjadi setelah pasar emas bergerak fluktuatif selama pekan ini.

Harga emas Antam ukuran satu gram kini berada di kisaran Rp2.819.000. Angka tersebut menjadi perhatian pelaku investasi logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Penurunan harga emas juga memengaruhi minat beli masyarakat. Sebagian investor memilih menunggu harga stabil sebelum melakukan transaksi.

 

BACA JUGA: Tren Aksi Borong Emas..!! Emas Bukan Instrumen Investasi Jangka Pendek

 

Harga Emas Pegadaian Ikut Menurun

Produk emas yang dijual melalui Pegadaian juga mengalami penyesuaian harga. Penurunan terjadi pada produk Antam, UBS, dan Galeri24.

Harga emas Antam di Pegadaian tercatat sekitar Rp2.914.000 per gram. Sementara emas UBS dijual sekitar Rp2.887.000 per gram.

Produk Galeri24 juga ikut turun ke kisaran Rp2.836.000 per gram. Perubahan harga tersebut mengikuti pergerakan pasar emas global.

Kondisi ini membuat pasar logam mulia bergerak lebih dinamis. Investor jangka pendek mulai mencermati peluang pembelian saat harga turun.

 

BACA JUGA: Bedanya Investasi dan Menabung? Ini Penjelasan Lengkapnya

 

Harga Buyback Masih Bertahan Tinggi

Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam masih berada di level tinggi. Nilai buyback tercatat sekitar Rp2.636.000 per gram.

Harga buyback menjadi acuan penting bagi investor emas. Nilai tersebut menentukan keuntungan saat menjual kembali logam mulia.

Meski turun, harga emas tetap berada pada level tinggi dibanding tahun sebelumnya. Kondisi itu membuat emas masih menarik sebagai instrumen lindung nilai.

Banyak investor memilih menyimpan emas dalam jangka panjang. Mereka menilai emas tetap aman saat pasar keuangan bergejolak.

 

BACA JUGA: Lampung Bidik Pembangkit Listrik dari Sampah, Groundbreaking Ditargetkan Akhir 2026

 

Faktor Global Tekan Pergerakan Harga Emas

Analis menilai pelemahan harga emas dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat. Kenaikan imbal hasil obligasi AS juga menekan harga logam mulia.

Kondisi tersebut membuat investor global beralih ke instrumen berbunga tinggi. Akibatnya, permintaan emas mengalami perlambatan sementara.

Meski demikian, pasar masih melihat emas sebagai aset aman. Ketegangan ekonomi global tetap berpotensi mengangkat harga emas dalam beberapa waktu mendatang.

Pelaku pasar diminta memantau perkembangan ekonomi internasional sebelum membeli emas. Harga logam mulia juga dapat berubah mengikuti kebijakan masing-masing platform penjualan.

Informasi lengkap mengenai harga emas dapat diakses melalui Logam Mulia Antam dan Pegadaian Digital.