Hangatnya Malam Takbiran di Gudang Lelang Ujung Bom, Anak-Anak Semarakkan Halaman Masjid Nurul Huda

Hangatnya Malam Takbiran di Pesisir Gudang Lelang

Suasana malam takbiran di Kampung Nelayan Gudang Lelang dipenuhi gema takbir dan keceriaan anak-anak yang memukul bedug di halaman masjid.
Suasana malam takbiran di Kampung Nelayan Gudang Lelang dipenuhi gema takbir dan keceriaan anak-anak yang memukul bedug di halaman masjid.

Bandar Lampung, Merapah.com — Dentuman bedug bersahut-sahutan memecah malam di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pasar Ikan Rakyat Gudang Lelang Ujung Bom, Kampung Nelayan, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, Selasa malam, 26 Mei 2026.

Di tengah aroma laut dan aktivitas pasar yang mulai mereda, gema takbir berkumandang dari halaman Masjid Nurul Huda. Anak-anak tampak menjadi pusat kemeriahan malam takbiran menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar walillahilhamd…”

Warga pesisir Bandar Lampung merayakan malam Iduladha dengan kebersamaan, tradisi turun-temurun, dan persiapan hewan kurban.
Warga pesisir Bandar Lampung merayakan malam Iduladha dengan kebersamaan, tradisi turun-temurun, dan persiapan hewan kurban.

Suara itu menggema dari pengeras suara masjid, bercampur riuh tawa anak-anak yang bergantian memukul bedug. Sebagian dari mereka tampak begitu antusias berteriak mengikuti lantunan takbir, menciptakan suasana hangat yang khas di kawasan pesisir Bandar Lampung tersebut.

Malam itu, suasana Gudang Lelang terasa berbeda. Jika biasanya kawasan pasar ikan masih dipadati pembeli hingga malam hari, kali ini aktivitas perdagangan tutup lebih cepat. Para pedagang memilih pulang untuk mempersiapkan perayaan Iduladha bersama keluarga.

Deretan lapak UMKM yang biasanya ramai menjajakan aneka makanan dan minuman juga mulai be mrkemas lebih awal. Meski begitu, beberapa pedagang masih terlihat melayani pembeli. Aroma somay, bakso tusuk, hingga berbagai camilan khas pasar tetap menguar di sekitar lokasi.

Gudang Lelang memang dikenal sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Setiap harinya, warga datang untuk membeli ikan segar hasil tangkapan nelayan. Bahkan pada malam biasa, kawasan ini masih ramai hingga sekitar pukul 20.00 WIB dengan parkiran kendaraan yang padat.

Namun malam takbiran menghadirkan nuansa yang berbeda. Keramaian pasar berganti menjadi keramaian anak-anak yang memenuhi halaman Masjid Nurul Huda.

Di sudut area masjid, seekor kambing tampak telah disembelih dan digantung. Warga sekitar terlihat sibuk mempersiapkan kebutuhan konsumsi panitia dan jamaah yang berjaga malam itu.

Denis, warga setempat, mengatakan tradisi malam takbiran di kawasan tersebut sudah berlangsung turun-temurun setiap tahun.

“Setiap malam takbiran memang selalu ramai seperti ini. Biasanya panitia menyembelih satu ekor kambing untuk dibagikan kepada panitia dan warga yang membantu kegiatan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, tahun ini jumlah hewan kurban di Masjid Nurul Huda cukup banyak.

“Untuk hewan kurban ada 40 ekor kambing dan dua ekor sapi,” katanya.

Di tengah sederhana dan hangatnya suasana kampung nelayan, gema takbir malam itu seolah menjadi penanda bahwa Iduladha bukan sekadar perayaan, melainkan juga tentang kebersamaan, gotong royong, dan kebahagiaan warga pesisir yang tetap terjaga dari tahun ke tahun.