Bandar Lampung, Merapah.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum untuk memperkuat rasa syukur, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui ibadah kurban dan semangat persaudaraan.
Zulkarnain menyampaikan pesan tersebut saat menjadi khotib Salat Iduladha 1447 Hijriah di pelataran Masjid Ulul Albaab, Perumahan Bataranila, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Rabu, 27 Mei 2026.

Mengagungkan Allah di Hari Raya hingga Hari Tasyrik
Dalam khutbahnya, Zulkarnain mengajak jamaah untuk terus mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT, tidak hanya pada hari raya, tetapi juga hingga hari tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah.
“Hari raya ini adalah momentum kita terus mentakbirkan dan mengesakan Allah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang begitu banyak diberikan kepada kita,” ujarnya.
Ia mengutip Surah Al-Kautsar ayat pertama, Inna a’thainakal kautsar, yang bermakna Allah telah memberikan nikmat yang sangat banyak kepada umat manusia. Menurutnya, manusia tidak akan mampu menghitung seluruh nikmat Allah SWT.
Karena itu, ia menegaskan bahwa salah satu bentuk syukur yang diperintahkan Allah adalah mendirikan salat dan menunaikan ibadah kurban, sebagaimana firman-Nya, Fa salli li rabbika wanhar.
“Allahu memerintahkan kita untuk menegakkan salat dan berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan,” katanya.
Pelajaran Iduladha dan Makna Wukuf di Arafah
Zulkarnain juga menyampaikan sedikitnya tiga pelajaran penting dari Hari Raya Iduladha. Salah satu yang ia tekankan adalah makna wukuf di Arafah sebagai inti ibadah haji.
Ia menggambarkan suasana jutaan umat Islam berkumpul di Padang Arafah sebagai miniatur Padang Mahsyar. Dalam kondisi tersebut, seluruh jamaah mengenakan pakaian yang sama tanpa membedakan status sosial, suku, bangsa, maupun jabatan.
“Tidak ada perbedaan antara presiden dan rakyat, antara orang kaya dan orang miskin. Semua sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya,” ucapnya mengutip firman Allah, Inna akramakum ‘indallahi atqakum.
Doa untuk Jamaah Haji dan Suasana Khusyuk Salat Id
Dalam kesempatan itu, Zulkarnain juga mengajak jamaah untuk mendoakan seluruh jamaah haji Indonesia agar memperoleh haji yang mabrur. Ia menegaskan bahwa balasan bagi haji mabrur tidak lain adalah surga dari Allah SWT.
“Kita doakan seluruh jamaah haji tahun ini dan yang akan datang mendapatkan haji yang mabrur, dan balasannya tiada lain kecuali surga Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu, suasana Salat Iduladha di Masjid Ulul Albaab berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ratusan jamaah memadati area pelataran masjid sejak pagi hari untuk menunaikan salat Id bersama keluarga dan masyarakat sekitar.












