Bandar Lampung, Merapah.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pengembang Indonesia (PI) Provinsi Lampung menggelar PI Expo 2026, pameran properti perdana yang menjadi ajang kolaborasi antara pengembang perumahan, pelaku UMKM, perbankan, dan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari, mulai 1 hingga 12 Juli 2026.
Mengusung semangat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, PI Expo 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran perumahan subsidi dan komersial, bazar UMKM, hiburan musik, hingga berbagai promo menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian.
Sebanyak 30 tenant UMKM turut meramaikan pameran sebagai bentuk sinergi antara sektor properti dan pelaku usaha mikro. Kehadiran UMKM diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk lokal.
Bank BRI tampil sebagai sponsor utama dalam kegiatan tersebut. Sejumlah lembaga perbankan lainnya juga ikut mendukung penyelenggaraan acara, di antaranya Bank Eka, Bank Lampung, Bank BTN, dan BSI.
Ketua DPD Pengembang Indonesia (PI) Lampung, Berkat Arpanto, mengatakan PI Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi perumahan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat harmonisasi antara anggota PI, mitra strategis, lembaga perbankan, serta pelaku UMKM.
Menurut Berkat Arpanto, kolaborasi antara pengembang perumahan dan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah karena kedua sektor tersebut saling membutuhkan dan saling mendukung dalam menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Rakorwil PI Sumatera Digelar di Lampung, Satukan Persepsi dan Perkuat Sinergi Pengembang
Ia menjelaskan, penyelenggaraan PI Expo 2026 sengaja bertepatan dengan momentum libur sekolah agar mampu menarik lebih banyak pengunjung. Selain itu, pameran ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan properti pada semester kedua tahun 2026.
Dalam pameran ini terdapat enam perusahaan pengembang yang menawarkan berbagai proyek perumahan, yakni PT Aji Bangun Properti Group, PT Visioner Bang Opan, PT Cap Emas Abadi, Sentosa Land Group, PT Makmur Properti Group, dan PT Niscala.
Berkat Arpanto menargetkan nilai transaksi penjualan perumahan selama PI Expo 2026 mencapai Rp45 miliar.
Ia menambahkan, secara nasional Pengembang Indonesia menargetkan masuk dalam tiga besar organisasi pengembang dengan realisasi penjualan rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“PI Expo 2026 merupakan salah satu langkah nyata untuk mendorong pencapaian target tersebut sekaligus mendukung program pemerintah membangun 3 juta rumah. Kami optimistis melalui sinergi antara pengembang, perbankan, dan UMKM, target tersebut dapat diwujudkan serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung,” ujar dia.









