Bandar Lampung, Merapah.com – BP Tapera mencatat program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP) atau yang dikenal dengan KPR Rumah Subsidi menjadi salah satu program penting pemerintah yang mendukung Program Strategis Nasional Bapak Presiden Prabowo, khususnya dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap kepemilikan rumah subsidi layak huni
Hal tersebut disampaikan SVP Strategic Marketing I BP Tapera – Mungki Indriati Pratiwi, saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pengembang Indonesia (PI) Se-Sumatera di Hotel Azana, Bandar Lampung, Senin (13/7/2026).
Mungki mengatakan, sejak program FLPP berjalan pada 2010 hingga 2025, pemerintah telah menyalurkan pembiayaan sebanyak 1.877.747 unit rumah dengan nilai mencapai Rp185,8 triliun.
“Program KPR Sejahtera FLPP berbasis Dana APBN menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengurangi angka backlog kepemilikan rumah di Indonesia. Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan termasuk Asosiasi Pengembang,” ujarnya.
Menurutnya, dalam mencapai target pembangunan perumahan yang ditetapkan pemerintah, asosiasi pengembang memiliki peran yang sangat penting khususnya dalam sisi supply utk memastikan ketersedian rumah subsidi.
“Sesuai arahan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), asosiasi dan para pengembang menjadi ujung tombak penyediaan rumah selain pihak bank penyalur. Tanpa pengembang, tentu akan sulit memenuhi kebutuhan rumah untuk menekan angka backlog,” katanya.
Mungki juga memaparkan data backlog kepemilikan rumah di Provinsi Lampung. Berdasarkan Data Susenas BPS thn 2025 yang dipaparkan, jumlah backlog terbesar berada di Kota Bandar Lampung dengan sekitar 69.774 unit, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Pesisir Barat, jika bicara Provinsi Lampung.
Saat ini BP Tapera bermitra dg *43 Bank Penyalur yg terdiri dari Himbara, BPD, dan juga Bank Swasta.* Selain itu terdapat 22 Asosiasi Pengembang yang telah bekerja sama dengan BP Tapera, termasuk Pengembang Indonesia.
Penyaluran KPR Sejahtera FLPP (KPR Rumah Subsidi) di Provinsi Lampung masih di dominasi oleh Himbara. Bank BTN masih menjadi mitra penyalur terbesar diprovinsi ini yaitu 54,79%.
Sementara itu, berdasarkan capaian realisasi KPR Sejahtera FLPP kabupaten/kota di Provinsi Lampung periode 2022–2026, Kabupaten Lampung Selatan menjadi daerah dengan realisasi tertinggi sejumlah 11.433 unit rumah.
Tahun 2026, disampaikan juga oleh Mungki, bahwa Total Target Penyaluran Rumah Subsidi ini yaitu sejumlah 350.000 unit rumah. Sebanyak 300.000 unit dialokasikan untuk rumah tapak, 10.000 unit untuk rusun subsidi siap huni (ready stock), sedangkan sisanya untuk rumah susun inden.
Selain memaparkan capaian FLPP, BP Tapera juga mendorong penguatan sinergi ekosistem perumahan ini agar perluasan program ini dapat menjangkau lebih masyarakat yang membutuhkan tidak hanya ke MBR pekerja formal namun juga ke pelaku UMKM.
“Sinergi yang makin solid antara BP Tapera, Perbankan dan Para Asosiasi Pengembang serta Pengembangnya, akan membantu akselerasi penyaluran program optimal, tentunya dengan memastikan dan memperhatikan ketepatan sasaran penerima manfaat program KPR rumah subsidi ini, ” tutupnya.







