BANDAR LAMPUNG, Merapah.com — Pemerintah mendorong masyarakat Lampung memanfaatkan peluang kerja luar negeri melalui Program SMK Go Global. Program tersebut diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, Kombes Pol Mulia Nugraha, mengatakan Program SMK Go Global merupakan bagian dari direktif Presiden yang menargetkan penyiapan 500 ribu tenaga kerja hingga 2029.
“Program ini pada dasarnya dimulai dengan membentuk ekosistem luar negeri. Namun untuk menuju ke sana, kita harus mempersiapkan pekerja dengan baik,” kata Mulia dalam Sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri di Gedung Pusiban Provinsi Lampung, Rabu, 9 September 2026.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penempatan pekerja ke luar negeri. Hal yang lebih penting adalah memastikan calon pekerja memiliki kapasitas dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
Mulia mengatakan hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Negara memiliki kewajiban memberikan pelindungan kepada pekerja migran, mulai dari sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja.
“Memastikan pekerja migran Indonesia sudah memiliki kapasitas yang sesuai sebelum ditempatkan bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Ia menilai peluang pasar kerja internasional perlu dimanfaatkan masyarakat Lampung secara optimal. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat.
Mulia berharap peserta sosialisasi memahami secara utuh Program SMK Go Global dan ikut terlibat dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, program tersebut dapat mendorong lahirnya tenaga kerja asal Lampung yang memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi persaingan global.
“Kami berharap bapak dan ibu memiliki pemahaman yang baik tentang program ini, kemudian ikut terlibat aktif dan menjadi bagian dari program yang akan menjadikan warga Lampung menjadi pekerja yang siap untuk global,” katanya.
Dia juga membuka ruang bagi peserta untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak diperlukan agar implementasi SMK Go Global di Lampung dapat berjalan lebih baik dan sesuai kebutuhan daerah.
“Masukan dari bapak ibu sangat kami perlukan untuk kesempurnaan program ini, khususnya di wilayah Lampung,” ujarnya.
Program SMK Go Global sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tidak hanya mengisi pekerjaan berkeahlian rendah, tetapi juga dapat menembus pekerjaan dengan kebutuhan kompetensi yang lebih tinggi di pasar internasional.








