Merapah.com, Lampung – Seni tari kembali menjadi jembatan diplomasi Indonesia di panggung internasional.
Kali ini, Sanggar Hardenis Dance & Gallery Lampung mendapat kehormatan tampil di Senegal. Undangan tersebut datang langsung dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dakar.
Melalui kegiatan diplomasi budaya, sanggar asal Lampung ini mempromosikan kekayaan seni tari Indonesia.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Senegal pada 5 hingga 16 Desember 2025. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia.
BACA JUGA: Navara City Park Tambah Pilihan Wisata Keluarga di Bandar Lampung
Duta Besar Republik Indonesia untuk Senegal, Ardian Wicaksono, memberikan undangan secara langsung.

Undangan tersebut merupakan bagian dari program diplomasi budaya KBRI Dakar.
Undangan Khusus dari KBRI Dakar
KBRI Dakar secara khusus mengundang Sanggar Hardenis Dance & Gallery Lampung untuk berpartisipasi. Undangan ini menegaskan peran seni budaya sebagai sarana diplomasi Indonesia.
Melalui penampilan seni tari, KBRI Dakar memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat Senegal. Diplomasi budaya ini dinilai efektif dalam mempererat hubungan antarnegara.
Kehadiran sanggar dari Lampung juga menunjukkan kontribusi daerah dalam promosi budaya nasional.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa seni daerah mampu tampil di forum internasional.
BACA JUGA: Hermansyah Romadhona Founder Ngontenpakeai.id Raih Penghargaan Asia Visionary Professional 2025
Tarian Nusantara di Forum Internasional
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sanggar Hardenis Dance & Gallery Lampung menampilkan berbagai tarian tradisional Indonesia.
Setiap tarian merepresentasikan kekayaan budaya dari daerah asalnya.
Sanggar Hardenis Dance & Gallery Lampung menampilkan Tari Pendet Bali dan Tari Topeng Keras Bali. Selain itu, sanggar juga membawakan Tari Rantak Minang dan Tari Kembang Tanjung Sunda.

Tari Klana Topeng Gagah Yogyakarta turut melengkapi penampilan budaya tersebut.
Sanggar Hardenis Dance & Gallery Lampung menampilkan pertunjukan ini dalam Resepsi Diplomatik KBRI Dakar dan Business Forum Indonesia–Senegal. Sanggar juga tampil dalam Pameran FIDAK ke-33 di Dakar.
FIDAK ke-33 merupakan salah satu pameran dagang dan budaya internasional terbesar di Afrika Barat. Forum ini menjadi ruang strategis untuk promosi budaya Indonesia.
BACA JUGA: Samsung Galaxy Tab A11+: Tablet AI 5G Harga Rp2 Jutaan
Kontribusi Seni untuk Diplomasi Indonesia
Pendiri Sanggar Hardenis Dance & Gallery Lampung, Jawuhar Miftarica Al Asyiqie, S.Sn., dan Gustiara Dwi Hardenis, S.Sn., menyampaikan pandangannya.
Keduanya menilai partisipasi ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab budaya.
“Sebuah kehormatan bagi sanggar kami diundang secara khusus oleh Bapak Ardian Wicaksono, Dubes RI Senegal,” ujar keduanya.
“Mereka mengundang kami mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh KBRI Dakar melalui seni tari,” lanjut pernyataan tersebut.
“Kami menampilkan beberapa tarian daerah Indonesia pada Resepsi Diplomatik, Business Forum Indonesia & Senegal, dan pameran FIDAK ke-33,” ujar mereka.
Melalui keikutsertaan ini, Sanggar Hardenis Dance & Gallery Lampung berharap dapat memperkenalkan budaya Indonesia secara luas.
Rangkaian penampilan seni ini menjadi bagian dari upaya aktif memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya di tingkat global.













