Merapah.com, Lampung Selatan, 18 Juni 2025 — Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, mendorong aksi cepat dari Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Kelawi.
Setelah satu kasus DBD tercatat pada Mei lalu, tiga kasus tambahan muncul pada Juni. Ketiga pasien kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Fakta ini memicu kekhawatiran warga dan menjadi dasar dilakukannya langkah pengendalian penyebaran penyakit.
BACA JUGA: Pesisir Timur Lampung: Bersama Nelayan dan Pemerintah Perkuat Zona Konservasi
Langkah Cepat Melalui Fogging
Menjawab kondisi tersebut, Destana Desa Kelawi menggandeng Puskesmas Bakauheni untuk melaksanakan kegiatan fogging di Dusun Kepayang.

Fogging dilakukan sebagai langkah darurat untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran DBD. Kegiatan ini menyasar sejumlah titik rawan seperti permukiman warga, saluran air, dan area pekarangan rumah.
Sebanyak 15 orang terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Destana Desa Kelawi, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), warga Dusun Kepayang, dan petugas dari Puskesmas Bakauheni.
Edukasi Singkat Kepada Warga

Selain pengasapan, tim juga menyampaikan edukasi kepada warga setempat. Petugas mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan dengan cara 3M: menguras penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas.
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD di lingkungan sekitar.
Komitmen Bersama Hadapi DBD
Ketuaa Destana Desa Kelawi, Toni Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
“Ini bentuk tanggung jawab kami bersama demi menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap kesadaran warga terus meningkat, bukan hanya saat terjadi kasus, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
BACA JUGA: Pria di Padang Pariaman Bunuh 3 Mahasiswi, 1 Korban Dimutilasi
Kolaborasi Jadi Kekuatan Utama
Kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan mampu menghasilkan langkah konkret dalam menghadapi ancaman penyakit lingkungan. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah meluasnya kasus.
Fogging di Dusun Kepayang menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama lokal dapat berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kekuatan komunitas desa sangat penting dalam menjaga keselamatan warganya.













