Jakarta, Merapah.com — Harga emas batangan Antam pada Kamis, 27 November 2025, dilaporkan masih stabil di level Rp2.378.000 per gram.
Berdasarkan pengecekan melalui situs resmi Logam Mulia pada pukul 07.30 WIB, harga ini tidak mengalami perubahan. Di situs itu masih tercatat sama dengan harga penutupan hari sebelumnya, Rabu, 26 November 2025.
Diketahui, pembaruan harga resmi untuk perdagangan hari ini (Kamis, 27 November 2025) baru akan rilis secara berkala pada pukul 08.30 WIB. Dengan demikian, data yang saat ini tertera merupakan harga resmi yang berlaku pada hari Rabu, 26 November 2025.
BACA JUGA: PT Sinergi Brebes Inovatif Kembangkan Produk Olahan Bawang Merah, Siap Ekspansi Nasional dan Global
Harga emas Antam pada hari ini, Kamis, 27 November 2025, pukul 7.35 WIB. Berikut rinciannya:
- 0,5 gram: Rp 1.239.000
- 1 gram: Rp 2.378.000
- 2 gram: Rp 4.696.000
- 3 gram: Rp 7.019.000
- 5 gram: Rp 11.665.000
- 10 gram: Rp 23.275.000
- 25 gram: Rp 58.062.000
- 50 gram: Rp 116.045.000
- 100 gram: Rp 232.012.000
- 250 gram: Rp 579.765.000
- 500 gram: Rp 1.159.320.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 2.318.600.000
Emas Antam menawarkan fleksibilitas investasi karena tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kepingan 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram). Investor dapat menyesuaikan antara anggaran dan kebutuhan.
Saran Investasi Emas Antam
Bagi masyarakat yang memiliki uang lebih dan hendak berinvestasi jangka panjang yaitu 3 sampai 5 tahun ke atas saat ini adalah waktu yang tepat untuk menambah investasi berupa emas. Sebab, kenaikan harian atau bulanan akan terjadi walaupun naik tipis.
Apalagi trennya sangat positif hingga akhir 2025 2016 seterusnya. Ha itu berdasarkan kondisi risiko inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan ekspektasi pelanggaran moneter global. Beberapa faktor itu akan mempengaruhi harga emas sehingga sangat layak untuk mengambil kesempatan menginvestasikan sebagian dana ke logam mulia.
Sementara, bagi investor yang hanya mengandalkan jangka pendek atau kurang dari 1 tahun, jangan investasi dengan membeli emas. Karena harganya tergolong tinggi dan potensi liquidnya juga sulit.
Kemudian, untuk investor jangka pendek akan menghadapi selisih harga atau buyback jual kembali emas. Ketika dijual dalam waktu dekat maka berpotensi belum balik modal. Sehingga, harus menunggu lama sampai terjadi kenaikan yang cukup signifikan dan mencapai titik impas atau break even point.













