Merapah.com, SHANDONG, RRC – HIPMI Lampung dukung langkah Pemprov Lampung kembangkan Smart City dengan basis teknologi satelit. Langkah ini merupakan inovasi penting untuk ketahanan pangan dan transformasi digital wilayah.
Kerja Sama Strategis Lampung dan Perusahaan Teknologi China
Pemprov Lampung menandatangani kerja sama dengan dua perusahaan teknologi luar angkasa asal China. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung penandatanganan MoU bersama mitra strategis dari China.
Perusahaan yang terlibat adalah Star Vision Aerospace Ltd dan Oriental Maritim Space Port Shandong. Keduanya akan membantu pembangunan teknologi satelit untuk mendukung transformasi pertanian dan kota cerdas.
BACA JUGA: Gubernur Lampung Tanam 3.000 Mangrove: Mitra Bentala Turut Serta
Satelit Lampung-1 Jadi Awal Langkah Besar

Melalui kerja sama ini, Lampung akan meluncurkan Satelit Lampung-1 dari perairan laut Lampung. Satelit ini akan mendukung pemetaan cuaca, kelembapan tanah, dan deteksi dini gangguan tanaman.
“Satelit Lampung-1 akan diluncurkan dari perairan Lampung tahun ini. Ini menjadi momen penting bagi transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern, khususnya bagi para petani di Lampung,” ungkap Gilang, Ketua Umum HIPMI Lampung.
Teknologi hyperspectral mampu memetakan kondisi iklim mikro secara lebih akurat dan real-time. Petani dapat meningkatkan hasil panen hingga 30 persen dan menekan biaya produksi pertanian.
HIPMI Siap Dukung Penguatan SDM Lokal
Ketua Umum HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menyambut positif langkah transformasi pertanian digital ini.
“Kami mendukung penuh langkah strategis Pemprov Lampung yang memadukan teknologi dengan program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah solusi konkret menghadapi ancaman iklim dan harus mendapat dukungan semua pihak,” ujarnya.
Ia menyebut HIPMI dukung langkah Pemprov melalui program ini. Karena sangat penting untuk memperkuat sektor ekonomi dan ketahanan pangan daerah. HIPMI akan ikut serta dalam menyiapkan SDM unggul sebagai pelaksana smart city ke depan.
BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Lampung Raih Rekor Muri dalam Jalan Sehat dan Senam Bersama
Pemprov Kirim 100 Anak Muda ke China
Pemprov Lampung akan mengirim 100 pemuda belajar penginderaan jauh dan komunikasi satelit ke China.
“Kami akan mengirim 100 generasi muda Lampung ke Tiongkok untuk pelatihan penginderaan jauh dan komunikasi satelit. Mereka akan kami siapkan agar dapat mengoperasikan satelit, mengolah data, hingga menganalisis spasial secara mandiri,” ujar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Gubernur Lampung menegaskan bahwa SDM lokal harus mampu menjalankan semua sistem berbasis teknologi.
“Teknologi satelit berbasis AI memberi kita kemampuan membangun dengan presisi dan efisiensi tinggi. Kini kita tidak lagi meraba dalam perencanaan, melainkan bergerak berdasarkan data dan peta kondisi nyata di lapangan,” tambah Kiyay Mirza, sapaan akrab Gubernur Lampung.
Pelatihan ini akan jadi fondasi awal pembangunan smart city berbasis data dan peta lapangan.
Satelit Lampung-1 Dukung Tata Ruang dan Tanggap Bencana
Satelit Lampung-1 juga berperan penting dalam mitigasi bencana seperti banjir dan kebakaran hutan. Teknologi ini mampu memberikan peringatan dini dan pemetaan zona rawan bencana secara akurat.
Dalam bidang tata kota, satelit ini mendukung perencanaan zonasi dan konservasi berbasis citra satelit. Gubernur menyebut langkah ini sebagai strategi pembangunan kota berbasis data dan efisiensi teknologi.
BACA JUGA: Pemutihan Pajak Lampung 2025: Cukup Bayar Satu Tahun!
Smart City Lampung Libatkan Dunia Akademik dan Industri
Pemerintah daerah akan mengajak perguruan tinggi dan mitra industri membangun ekosistem riset luar angkasa. Lampung menjadi provinsi pertama di Indonesia yang membangun smart city berbasis teknologi satelit.
HIPMI mendukung sepenuhnya agar Lampung menjadi pelopor transformasi digital dan inovasi teknologi nasional.













