Mitra Bentala Indonesia Dorong Pembentukan Bank Sampah di Kota Karang

Mitra Bentala Indonesia Dorong Pembentukan Bank Sampah di Kota Karang
Pelatihan bank sampah di Kota Karang (16/09/2025) sukses dilaksanakan bersma Mitra Bentala.

Merapah.com, Bandar Lampung (16/09/2025) – Mitra Bentala Indonesia melaksanakan pelatihan Bank Sampah di Kelurahan Kota Karang. Sebanyak 27 peserta mengikuti kegiatan sejak pukul 14.30 hingga 16.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, 24 orang perempuan dan 3 laki-laki, menandakan tingginya partisipasi ibu-ibu rumah tangga.

Tujuan Pelatihan Bank Sampah

Pelatihan ini memperkenalkan konsep bank sampah secara menyeluruh, mulai dari tabungan hingga pemilahan sampah.

BACA JUGA: Mitra Bentala dan GPAP Bersihkan Pesisir Kota Karang dan Tanam 1.000 Mangrove

“Bank sampah bukan hanya tempat menabung sampah, tetapi merupakan kolaborasi antara sampah, uang, dan manajemen lingkungan,” ujar Mashabi, narasumber.

Mitra Bentala Indonesia Dorong Pembentukan Bank Sampah di Kota Karang.
Antusiasme Ibu-ibu mengikuti pelatihan bank sampah di Kota Karang.

Ia menekankan, berbagai sampah non-organik seperti botol plastik dan kardus memiliki nilai jual tinggi.

“Kegiatan bank sampah ini diawali dengan sukarela dan tabungan uang. Dukungan ibu-ibu penting agar konsisten menabung sampah,” tambah Sulastri warga RT 03.

Kesadaran Warga Terhadap Pemilahan Sampah

Peserta mengumpulkan sebagian besar sampah dari rumah masing-masing dan membersihkannya secara mandiri. Tindakan ini menunjukkan warga sadar pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Setiap RT membentuk unit bank sampah kecil, yang kemudian menyetorkan sampah ke bank sampah utama. Sistem ini mempermudah pencatatan dan memperkuat keterlibatan masyarakat dari tingkat paling dasar.

“Kesadaran masyarakat dari fasilitas ini tidak akan bertahan lama jika hanya sekali dilakukan. Masyarakat harus tetap memilah sampah mandiri agar program berkelanjutan,” ujar Lilis warga RT 06 Lingkungan 2.

Dukungan Alat Operasional

Mitra Bentala Indonesia memberikan sejumlah alat operasional untuk mendukung kegiatan bank sampah. Alat tersebut meliputi: 1 unit timbangan, 2 buku besar pencatatan, 1 gulung tali rafia besar.

Selain itu, panitia menyerahkan 1 kotak pena, 1 unit kalkulator besar, dan 3 kodi karung untuk pemilahan sampah organik, non-organik, dan B3.

BACA JUGA: PT Tunas Dwipa Matra Salurkan Bantuan Banjir Bandang di Lampung Barat

Strategi Pengurangan Sampah Plastik

Program ini menjadi bagian strategi nyata mengurangi sampah plastik rumah tangga di Kota Karang.
Plastik yang sulit terurai sering mencemari lingkungan, sungai, dan pesisir.

Bank sampah yang terorganisir mengumpulkan sampah, memilahnya, dan memberikan nilai ekonomi tinggi.”

“Kata bank itu identik dengan tabungan, sampah, dan uang. Kolaborasi ini memanajemen sampah bernilai jual tinggi,” ujar Mashabi.

Program ini juga mengedukasi masyarakat mengenai ekonomi sirkular dan pentingnya pengelolaan sampah dengan benar.

Di wilayah pesisir Kota Karang, upaya ini penting untuk melindungi mangrove dan biota laut dari pencemaran plastik.

Tindak Lanjut Program

Mitra Bentala Indonesia merencanakan tindak lanjut kegiatan dengan jadwal rutin pengumpulan sampah setiap Jumat. Perawatan posko bank sampah juga dilakukan agar tetap aktif sebagai pusat pengumpulan dan pencatatan.

BACA JUGA: Risiko Wasir dari Main Ponsel di Toilet Naik, Studi Harvard Buka Data Baru

Buku tabungan sampah dibagikan kepada nasabah dengan komitmen menabung secara konsisten setiap minggu.

“Dukungan fasilitas ini penting, tetapi kesadaran dan konsistensi warga sangat menentukan keberlanjutan bank sampah,” tambah peserta.

Pelatihan ini menjadi langkah awal membangun kelompok bank sampah aktif, mandiri, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menciptakan lingkungan bersih sekaligus budaya baru pengelolaan sampah bertanggung jawab.