Keutamaan Hari Jumat Menjadi Waktu Paling Mulia dalam Syariat Islam

Keutamaan hari Jumat berdasarkan hadits shahih dan penjelasan ulama salaf

keutamaan hari jumat
Keutamaan hari jumat begitu luar biasa, berikut penjelasannya (Foto iStock)

Merapah.com – Keutamaan hari Jumat muncul dari hadits-hadits shahih yang menjelaskan kemuliaannya. Ulama salaf juga menerangkan keutamaannya melalui riwayat yang sahih.

Hari Jumat Sebagai Hari Terbaik

Rasulullah ﷺ bersabda:
Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jumat.”

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, nomor 854)

Setelah itu, hadits tersebut menyebut beberapa peristiwa besar terjadi pada hari Jumat. Nabi kemudian menjelaskan bahwa Allah menciptakan Adam pada hari itu.

BACA JUGA: Mencari Nafkah Adalah Jihad: Nasihat Islam untuk Pekerja yang Lelah

Selanjutnya, Adam masuk surga pada hari yang sama. Terakhir, riwayat tersebut menegaskan bahwa Adam keluar dari surga pada hari yang sama.

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ menyebut bahwa hari kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat.

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim)

Riwayat-riwayat tersebut menegaskan bahwa Jumat memiliki kedudukan paling mulia bagi umat Islam.

Para ulama salaf menjelaskan bahwa kemuliaan ini menunjukkan kedekatan hari Jumat dengan urusan dunia dan akhirat.

Amalan Utama pada Hari Jumat

Rasulullah ﷺ menganjurkan umat untuk mandi sebelum salat Jumat. Beliau bersabda:

Mandi pada hari Jumat wajib bagi setiap orang yang baligh.

(Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih Al-Bukhari, dan Imam Muslim meriwayatkannya dalam Shahih Muslim)

Beliau juga menganjurkan memakai wewangian dan menyempurnakan kebersihan. Para ulama salaf menjelaskan bahwa anjuran ini menunjukkan penghormatan terhadap hari Jumat.

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”

(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Para ulama menilai hadits ini hasan dan selaras dengan amalan salaf.

BACA JUGA: Waktu Ideal Mengajarkan Anak Berhijab, Usia Berapa Ya?

Keutamaan Hari Jumat: Waktu Mustajab

Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa ada satu waktu pada Jumat ketika doa pasti terkabul. Beliau bersabda:

Pada hari Jumat terdapat satu waktu. Jika seorang hamba berdoa pada waktu itu, Allah mengabulkan doanya.”

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, no. 852)

Para ulama salaf menjelaskan bahwa waktu mustajab muncul menjelang matahari terbenam. Mereka juga menegaskan bahwa hari Jumat memberi kesempatan khusus bagi umat untuk memperbanyak doa.

Keutamaan Shalawat dan Dzikir

Rasulullah ﷺ memerintahkan umat untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Beliau bersabda:

Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu…”

(Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

Para ulama salaf menafsirkan perintah ini sebagai bagian dari memuliakan hari Jumat. Mereka menjelaskan bahwa memperbanyak shalawat pada hari itu memberikan pahala besar.

Penegasan Ulama Salaf

Para ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Qayyim menegaskan kemuliaan Jumat dalam karya-karya mereka. Menyoroti dalil-dalil shahih dan menjelaskan adab yang syariat anjurkan.

Para ulama juga menekankan pentingnya menghadiri salat Jumat tepat waktu dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian.

Ulama salaf menjelaskan bahwa amalan sunnah pada hari Jumat menguatkan iman dan memperbaiki akhlak. Mereka menggunakan riwayat sahih sebagai landasan utama.

BACA JUGA: Rasa Lelah Bisa Jadi Berpahala, Ini 8 Bukti dari Al-Qur’an

Dalil shahih dari Nabi ﷺ menunjukkan bahwa hari Jumat memiliki kedudukan tertinggi dalam Islam.

Allah menciptakan Adam pada hari Jumat, memasukkan Adam ke surga pada hari itu, dan mengeluarkan manusia pertama dari surga pada hari yang sama. Allah juga menetapkan bahwa kiamat terjadi pada hari Jumat.

Karena itu, umat Islam sebaiknya memuliakan Jumat dengan amalan yang benar. Menghidupkan sunnah dan mengikuti manhaj salaf memberikan keberkahan besar pada hari paling mulia tersebut.