Kue Kering Lampung dari Cahaya Cookies, Favorit Keluarga Sejak 2020

Cahaya Cookies Sejak 2020, Nurhayati Andalkan Rasa dan Kualitas Kue Kering

cahaya cookies, lampung tengah
Cahaya Cookies menampilkan aneka kue kering dengan tekstur lembut dan kres hasil produksi rumahan di Kecamatan Trimurjo.

Merapah.com – UMKM Cahaya Cookies terus tumbuh sebagai usaha kue kering rumahan di Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.

Nurhayati merintis usaha ini sejak 2020 dengan semangat mandiri dan komitmen menjaga kualitas rasa.

Seiring waktu, Cahaya Cookies menjangkau konsumen perorangan hingga toko di Trimurjo, Metro, dan sekitarnya.

Berangkat dari Dapur Rumah, Tumbuh Bersama Lingkungan

Pada awal merintis usaha, Nurhayati mengelola seluruh proses produksi sendiri dari rumah.

Cahaya Cookies melakukan proses pembuatan dan pengemasan kue kering secara mandiri untuk menjaga kualitas produk sebelum dipasarkan.

Namun, seiring meningkatnya permintaan, ia mulai melibatkan karyawan dari sekitar wilayah usaha.

“Sejak awal saya memang ingin usaha ini jalan pelan-pelan tapi berkelanjutan, sambil membantu membuka pekerjaan untuk sekitar,” ujar Nurhayati kepada Merapah.com, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia memilih usaha kue kering karena sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.

 

BACA JUGA: Usaha Unggas Rumahan, Cara JATAM Metro Perkuat Ekonomi Keluarga

 

Rasa Jadi Kekuatan Utama Produk

Cahaya Cookies memproduksi berbagai jenis kue kering dengan keunggulan utama pada rasa dan kualitas bahan.

Di antara seluruh varian, kue nastar menjadi produk yang paling banyak diminati konsumen.

Menurut Nurhayati, tekstur lembut dan kres menjadi ciri khas produknya.

Ia juga memastikan daya tahan kue tetap terjaga tanpa mengurangi cita rasa.

“Saya selalu menjaga rasa karena konsumen biasanya kembali kalau sudah cocok, apalagi kalau kualitasnya konsisten,” jelas Nurhayati.

Produksi Mandiri, Pemasaran Bertahap

Dalam proses produksi, Nurhayati memulai dari belanja bahan baku, pengolahan kue, hingga pemasaran produk.

Ia memasarkan produk secara offline dan online, meski belum masuk marketplace atau media sosial.

Cahaya Cookies menyesuaikan strategi pemasaran dengan selera konsumen dan menawarkan harga yang terjangkau.

Meski begitu, keterbatasan modal dan pemasaran masih menjadi tantangan utama usaha ini.

 

BACA JUGA: Langkah Menjadi Pengusaha: Panduan Menuju Kesuksesan

 

Momen Ramai dan Harapan Pengembangan

Penjualan Cahaya Cookies biasanya meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, momen Natal juga menjadi waktu yang paling berkesan selama menjalankan usaha.

Saat ini, izin usaha dan sertifikasi halal masih dalam proses pengurusan.

Nurhayati berharap dukungan media dan pemerintah dapat mendorong pengembangan usahanya.

“Harapan saya setelah usaha ini diberitakan, Cahaya Cookies bisa lebih dikenal dan terus berkembang,” ujarnya.

Ia menegaskan akan terus menjaga kualitas bahan dan rasa demi kepercayaan konsumen.

Menutup ceritanya, Nurhayati berpesan kepada pelaku UMKM lain agar konsisten menjaga kualitas produksi.

Baginya, kualitas menjadi kunci utama agar usaha bisa bertahan dan berkembang.