Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)
Merapah.com – Pada suatu kesempatan dihadapan para wartawan yang menanyakan mengapa nilai tukar rupiah anjlok? Purbaya yang notabene adalah menteri keuangan merasa keheranan mengapa disaat derasnya aliran dana masuk (Capital Inflow) ke kita tapi rupiah jeblok.
Beliau walaupun sebenarnya ada analisa tersendiri tentang hal ini enggan menjawab secara secara gamblang seperti kebiasaannya, karena memang bukan wewenang nya untuk menjawab dan menjelaskan, tanyakan langsung ke Bank Indonesia (BI) seloroh nya.

Sementara itu Perry Warjiyo dalam keterangan pers mengatakan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan oleh “banyaknya aliran keluar modal asing akibat ketidak pastian pasar keuangan global, selain itu kenaikan permintaan valas oleh perbankan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut mempengaruhi kinerja rupiah, ungkapnya.”
BACA JUGA: IHSG Menguat di Tengah Pelemahan Rupiah, Mengapa?
Dapat diartikan besarnya aliran dana asing masuk tidak serta merta dapat membuat rupiah perkasa, banyak faktor yang menyebabkan tidak stabil nya nilai tukar rupiah.
Faktor lain yang bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah meskipun ada capital inflow meningkat :
Ketidakpastian Ekonomi Global
Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, seperti perang dagang atau kenaikan suku bunga AS, bisa membuat investor asing menarik modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Inflasi
Jika capital inflow memicu inflasi, Bank Sentral mungkin menaikkan suku bunga, yang bisa menarik lebih banyak modal masuk, tapi juga bisa melemahkan rupiah.
BACA JUGA: Barter Pejabat Fiskal-Moneter, akankah Mengusik Independensi Lembaga?
Defisit transaksi berjalan
Jika Indonesia memiliki defisit transaksi berjalan yang besar, capital inflow mungkin tidak cukup untuk menutupi defisit tersebut, sehingga melemahkan rupiah.
Kebijakan ekonomi
Kebijakan ekonomi yang tidak jelas atau tidak konsisten bisa membuat investor asing ragu-ragu, sehingga melemahkan rupiah.
Sentimen pasar
Sentimen pasar yang negatif bisa membuat investor asing menjual aset-aset di Indonesia, sehingga melemahkan rupiah.
Ketergantungan impor
Jika Indonesia masih bergantung pada impor, capital inflow bisa digunakan untuk membiayai impor, sehingga meningkatkan permintaan dolar AS dan melemahkan rupiah.
BACA JUGA: Masyarakat Gagal Paham tentang Ekonomi Akibat Minim Informasi dan Komunikasi Publik yang Tidak Sederhana
Suku bunga
Perbedaan suku bunga antara Indonesia dan negara lain bisa mempengaruhi aliran modal dan nilai tukar rupiah.
Stabilitas politik
Ketidakstabilan politik di Indonesia bisa membuat investor asing menarik modal, sehingga melemahkan rupiah.
Dengan demikian capital inflow adalah hanya salah satu faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, tapi masih ada banyak faktor lain yang juga berperan dalam menguat dan melemahnya nilai tukar mata uang rupiah.













