Perempuan Nelayan Pesisir Lampung Timur Perkuat Kapasitas Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Perempuan Nelayan Pesisir Lampung Timur

Merapah.com – Kasus menurunnya stok ikan di wilayah pesisir mendorong perempuan nelayan pesisir Lampung Timur untuk berperan lebih aktif menjaga laut.

Sebanyak sembilan perempuan yang mewakili sembilan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) dari lima desa dampingan Mitra Bentala mengikuti pelatihan “Dasar-Dasar Pengelolaan Perikanan” pada 11 November 2025.

Environmental Defense Fund (EDF) Indonesia bekerja sama dengan Mitra Bentala menggelar kegiatan ini di kawasan pesisir Lampung Timur.

Pelatihan menghadirkan Denis Kurniawan dari EDF Indonesia sebagai pemateri. Ia menjelaskan pentingnya pengelolaan perikanan berkelanjutan dan peran strategis perempuan dalam rantai perikanan.

BACA JUGA: BGTK Provinsi Lampung Perkuat Kolaborasi Pendidikan Bersama Disdikbud Kota Bandar Lampung

Peserta Datang dari Lima Desa Pesisir Lampung Timur

Peserta berasal dari Desa Sungai Burung, Kuala Teladas, Cabang, Margasari, dan Muara Gading Mas. Mereka merupakan perempuan nelayan yang aktif mengolah hasil laut di wilayah pesisir Lampung Timur.

Perempuan Nelayan Pesisir Lampung Timur.Pelatihan ini memperkuat pemahaman mereka tentang keterkaitan ekosistem laut yang sehat dengan keberlanjutan ekonomi pesisir.

Menurut perwakilan Mitra Bentala, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran perempuan nelayan terhadap pentingnya menjaga sumber daya laut.

Kesadaran tersebut diharapkan berdampak langsung pada keberlangsungan usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Denis Kurniawan: Laut Sehat, Ekonomi Kuat

Dalam pemaparannya, Denis Kurniawan menegaskan pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai dasar ekonomi masyarakat pesisir.

Ia menyampaikan bahwa jutaan orang di dunia bergantung pada sektor perikanan.

“Sekitar 492 juta orang bergantung pada perikanan skala kecil. Jika perikanan hilang, maka 492 juta orang ini akan bagaimana? Sehingga itulah salah satu alasan mengapa penting ekosistem laut perlu dijaga kelestariannya,” tegas Denis Kurniawan.

Denis menambahkan, laut yang terjaga menjadi fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi perempuan nelayan pesisir Lampung Timur.

BACA JUGA: DPD REI Lampung dan ATR/BPN Lampung Selatan Perkuat Sinergi Percepat Program 3 Juta Rumah

Diskusi Bahas Tantangan di Lapangan

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan terbuka. Dalam sesi diskusi, para peserta menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan nelayan pesisir Lampung Timur, termasuk penurunan stok ikan dan praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

Salah satu peserta, Siti Arofah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.

“Banyak alat tangkap tidak ramah lingkungan yang beroperasi seperti trawl, sehingga habitat rusak dan stoknya jadi sedikit,” ujarnya.

Diskusi ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antar kelompok perempuan nelayan untuk memperjuangkan praktik perikanan yang lebih berkelanjutan di tingkat komunitas.

Perempuan Jadi Penggerak Keberlanjutan Perikanan

Koordinator Program Perikanan Mitra Bentala, Destia Novasari, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan perikanan di Lampung Timur.

“Peran perempuan dalam pengelolaan perikanan sangat penting, mereka sebagai penggerak dalam keluarga,” ungkapnya.

Destia menjelaskan bahwa perempuan nelayan pesisir Lampung Timur memiliki peran strategis dalam pengolahan dan pemasaran hasil laut.

Ia menilai, peningkatan kapasitas perempuan akan memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung praktik perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir.

BACA JUGA: TDM Ajak Pengendara di Lampung Lebih Peduli Keselamatan Lewat Pengecekan Motor Rutin

Langkah Lanjut untuk Perempuan Nelayan Pesisir Lampung Timur

Melalui pelatihan ini, Mitra Bentala dan EDF Indonesia berharap peserta mampu menerapkan pengetahuan baru dalam aktivitas kelompok di desa masing-masing.

Mitra Bentala dan EDF Indonesia mendorong mereka menjadi pelopor praktik ramah lingkungan serta menyebarkan ilmu kepada anggota kelompoknya. Kegiatan ini juga memperkuat jaringan antar-Poklahsar di wilayah pesisir Lampung Timur.

Peningkatan kemampuan dan kesadaran perempuan nelayan menjadikan pengelolaan sumber daya laut di daerah tersebut semakin berkelanjutan.

Kini, perempuan nelayan bukan hanya pengolah hasil laut, tetapi juga agen perubahan bagi masa depan perikanan berkelanjutan di Indonesia.