Tulodo, Mitra Bentala, dan EDF Dukung UMKM di Lampung Timur

Kelompok UMKM di desa margasari
Nampak antusiasme ibu-ibu pegiat UMKM di desa Margasari.

Merapah.com, Lampung Timur – Kelompok UMKM dari lima kelompok usaha dan dihadiri 22 ibu-ibu mengikuti pelatihan pengembangan UMKM yang bertajuk Pengembangan Usaha Hasil Perikanan yang Kuat dan Berdaya Saing pada 23-24 April 2025. Pelatihan ini digelar oleh Tulodo, Mitra Bentala, dan Environmental Defense Fund (EDF) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Pembukaan Pelatihan oleh Ibu Kepala Desa

Kepala Desa Margasari Wahyu Jaya, membuka pelatihan dan menyampaikan sambutan hangat kepada peserta. “Semoga pelatihan ini dapat memperkuat usaha hasil perikanan dan meningkatkan daya saing produk,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini berlanjut dan membantu para pelaku usaha memperluas pasar dengan menjaga kualitas produk.

BACA JUGA: Mengapa Business Plan Sangat Penting untuk Kesiapan Bisnis?

Nampak antusiasme peserta
Ibu-ibu pegiat UMKM antusias menikuti rangkaian kegiatan.

Peserta Pelatihan dari Lima Kelompok Usaha

Peserta pelatihan terdiri dari ibu-ibu yang mewakili lima kelompok usaha, antara lain:

  1. Lintang Mentari Indah
  2. Srikandi Pantai Timur
  3. Mbaris Lestari
  4. Dapur Bodol Cantyk
  5. Pawon Cahaya Bahari

Setiap kelompok berfokus pada pengolahan produk perikanan dan bertujuan meningkatkan kualitas serta daya saing.

Aktivitas Hari Pertama: Membuat Pohon Harapan dan Tes Pengetahuan

Tim pelatihan memulai hari pertama dengan membuat pohon harapan. Setiap peserta menulis aspirasi mereka terkait pengembangan usaha. Tim juga mengadakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah sesi pelatihan.

Salah satu pemateri, Rosi menyampaikan pentingnya peningkatan pengetahuan bisnis bagi pelaku UMKM. “Kami berharap ibu-ibu dapat memahami konsep pemasaran dan cara menjaga kualitas produk yang baik,” ujarnya.

Pemasaran Offline: Praktik Langsung Menawarkan Produk

Pada hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan pemasaran offline. Mereka belajar menawarkan produk kepada orang di pasar dan tempat ramai lainnya. Praktik ini bertujuan melatih keterampilan komunikasi serta meningkatkan keberanian dalam menawarkan produk.

BACA JUGA: Rahasia Mengelola Uang Buat Orang Kaya Semakin Kaya!

Salah satu peserta, Ponirah (35) mengaku bahwa pelatihan yang ia ikuti sangat bermanfaat.

“Pelatihan ini sangat membantu. Saya jadi lebih percaya diri untuk menawarkan produk ke orang lain,” kata dia.

Produk olahan hasil laut
Beberapa produk hasil laut oleh ibu-ibu pegiat UMKM di desa Margasari.

Pemasaran Online: Memanfaatkan Platform Digital untuk Memperluas Pasar

Peserta mempelajari teknik pemasaran online menggunakan WhatsApp Business, Facebook, TikTok Shop, Shopee, dan berbagai marketplace lainnya. Materi ini bertujuan membantu mereka menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal maupun global.

“Dengan ini ibu-ibu jadi memahami pemasaran online dan bisa mengenalkan produk mereka di berbagai platform digital,” ujar Pak Cahyo, salah satu pemateri dari Tulodo.

Evaluasi dan Komitmen Tindak Lanjut

Tim pelatihan mengakhiri kegiatan dengan sesi evaluasi dan meminta peserta berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Setiap peserta menyatakan tekad untuk menggabungkan strategi pemasaran offline dan online dalam mengembangkan usaha mereka.

BACA JUGA: UMKM Wajib Tahu! Branding UMKM Bisa Cegah Perang Harga

Pelatihan ini mendorong para pelaku usaha hasil perikanan di Desa Margasari untuk mengembangkan usaha mereka dan bersaing di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang tepat mampu memberdayakan UMKM perikanan secara nyata.