Lampung Tengah (Merapah.com) – Digitalisasi usaha menjadi kunci keberhasilan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi era industri 4.0. Pentingnya optimalisasi e-commerce untuk meningkatkan penjualan menjadi fokus utama dalam kelas optimasi media sosial dan e-commerce yang digelar di Metro.
Angga, perwakilan TDA Metro, menyampaikan bahwa e-commerce tidak hanya membantu seller menjual produk, tetapi juga memberikan peluang afiliasi bagi mereka. “Saya sampai membuka kelas khusus untuk optimasi media sosial dan optimalisasi e-commerce. Respons dari UMKM di Metro luar biasa. Kesulitannya hanya satu, yaitu ‘mulai dari mana’,” ujar Angga dalam Pelatihan Optimalisasi Shopee Affiliate Penghasil Cuan yang digelar Rumah BUMN Lampung Tengah, Kamis, 6 Februari 2025.
Menurutnya, tantangan utama para pelaku UMKM adalah memahami pentingnya digitalisasi produk, branding, dan personal branding. “Saat ini, yang diperlukan adalah ‘society trust’. Konsumen sudah jenuh dengan penawaran produk secara langsung. Harus ada storytelling yang kuat untuk membangun kepercayaan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti fenomena maraknya pelatihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan UMKM. “Banyak pelatihan yang hanya memotivasi tanpa memberikan solusi nyata. Kadang pembicara yang dihadirkan tidak sesuai dengan level usaha peserta. Akibatnya, UMKM kehilangan minat untuk belajar,” katanya.
Optimaliasi E-commerce melalui Platform Medsos Jadi Kanal Potensial
Dalam konteks pemasaran digital, berbagai platform seperti TikTok, Facebook, dan Instagram menjadi kanal yang potensial. Namun, banyak pelaku usaha yang terjebak dalam strategi pemasaran yang tidak tepat. “Jangan hanya mengikuti tren tanpa memahami cara kerja platform tersebut. Pemahaman tentang digital marketing yang tepat akan membantu UMKM bertahan dan berkembang,” ungkapnya.
Selain itu, regulasi yang rumit juga menjadi kendala bagi UMKM untuk memulai digitalisasi. “Permudah proses perizinan dan jangan bebani mereka dengan biaya tinggi. Jika perizinan lebih mudah, UMKM akan lebih termotivasi untuk berkembang,” tegasnya.
BACA JUGA: Rumah BUMN Lampung Tengah Dorong UMKM Melek Digital
Menurut Angga, langkah BUMN di Lampung Tengah dalam mendukung UMKM patut diapresiasi. “Saya acungi jempol untuk kepedulian BUMN dalam membangun ekosistem digital UMKM. Mereka memberikan pelatihan yang tepat guna, memfasilitasi perizinan, dan membantu UMKM berkembang,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan UMKM adalah niat dan konsistensi. “Jika tidak ada niat untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, UMKM akan tertinggal. Marketing 5.0 bahkan 6.0 sudah berbasis AI, sedangkan banyak pelaku usaha masih bertahan di pola lama,” ujarnya.
Dengan semakin berkembangnya teknologi, UMKM yang ingin bertahan harus segera beradaptasi dengan tren digital. Pelatihan yang sesuai, kemudahan regulasi, serta strategi pemasaran berbasis digital akan menjadi faktor penentu kesuksesan UMKM di masa depan.













