Merapah,com – Mitra Bentala memperkuat kapasitas pelaku kemanusiaan melalui workshop SPHERE di Bandar Lampung. Kegiatan ini mendorong respon bencana yang lebih terarah dan bermartabat.
Bagian Program SPRINT II dan Kolaborasi Lintas Sektor
Mitra Bentala menggelar Workshop Standar Minimum Respon Kemanusiaan atau SPHERE pada 30 Maret 2026 sebagai bagian dari Program SPRINT II di Lampung.
Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.
BACA JUGA: Malaysia Pilih WFH, Subsidi BBM Naik Tajam Rp16,8 T/Bulan
Workshop berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.

Mitra Bentala mengundang berbagai organisasi masyarakat sipil. Peserta berasal dari Baznas, Walhi, hingga Paluma Nusantara.
Perwakilan BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi situasi bencana. Kita harus memperkuat kapasitas bersama,” ujarnya.
Peserta mengikuti workshop untuk meningkatkan pemahaman dan koordinasi. Mereka juga membangun komitmen bersama dalam respon kemanusiaan.
Standar SPHERE Jadi Acuan Respon Kemanusiaan
Peserta mempelajari The Sphere Handbook edisi 2018 dalam workshop ini. Materi tersebut menjadi dasar pemahaman tentang Piagam Kemanusiaan dan standar minimum respon bencana.
Pembahasan ini kemudian menegaskan posisi SPHERE sebagai acuan internasional dalam penanganan krisis. Standar tersebut memastikan bantuan mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia secara layak.
BACA JUGA: Google Maps Hadirkan Fitur Obrolan dan Navigasi 3D!
Peserta mempelajari aspek air bersih, sanitasi, dan pangan. Mereka juga membahas tempat tinggal, kesehatan, dan perlindungan.

Narasumber Genadi Aryawan memandu sesi pembahasan. Ia menjelaskan pentingnya standar dalam menjaga kualitas bantuan.
“Tanpa standar yang jelas, bantuan bisa tidak tepat sasaran. Kita harus memastikan bantuan tetap bermartabat,” katanya.
Ia menilai pemahaman SPHERE di Lampung masih terbatas. Ia mendorong peningkatan kesadaran di kalangan pegiat kemanusiaan.
Peserta Tekankan Koordinasi dan Efektivitas Bantuan
Peserta menilai workshop ini relevan dengan kondisi lapangan. Penilaian ini mengarah pada pentingnya koordinasi dalam penanggulangan bencana.
Indriani Dewi Avitoningsih dari Baznas Lampung kemudian menegaskan perlunya kerja kolektif. Ia menyebut koordinasi mampu mencegah tumpang tindih bantuan.
BACA JUGA: Kabar Baik! Vatican News Kini Hadir dalam Bahasa Indonesia
“Penanggulangan bencana harus dilakukan bersama. Bantuan harus tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Edi Karizal dari LK21 menilai workshop ini mempertemukan pegiat kebencanaan. Ia berharap pengetahuan dapat disebarluaskan.
“Workshop ini membuka ruang kolaborasi. Pemerintah perlu mengadopsi simulasi yang telah disampaikan,” katanya.
Peserta lain juga menilai materi yang disampaikan sangat aplikatif. Mereka siap menerapkan standar tersebut di lapangan.
Dorong Pelatihan Lanjutan dan Komitmen Bersama
Maya dari Caritas Lampung menilai workshop ini bermanfaat bagi pelaku kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya penerapan standar dalam situasi darurat.
“Workshop ini membantu kami memahami standar di lapangan. Kami berharap keterlibatan pemerintah semakin kuat,” ujarnya.
Ia juga mendorong penerapan SPHERE secara lebih luas. Langkah ini penting untuk menciptakan pelayanan yang bermartabat.
BACA JUGA: Denda Miliaran! 97 Pinjol Terbukti Kartel Bunga
Genadi Aryawan mendorong pelatihan lanjutan seperti training of trainers. Ia berharap penyebaran standar dapat dilakukan lebih luas.
“Kita perlu memperluas pemahaman SPHERE. Pelatihan lanjutan akan memperkuat kapasitas secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui workshop ini, para peserta membangun kesamaan pemahaman. Mereka juga memperkuat komitmen dalam respon bencana.
Workshop SPHERE menjadi langkah strategis dalam memperkuat respon bencana di Lampung. Kegiatan ini sekaligus mendukung keberlanjutan Program SPRINT II.
Fokus ini kemudian menegaskan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas.













