Senin, Agustus 10, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Entertainment

Cerpen: Matahari Terbenam di Balik Gunung Maago

Uswah Fatoni by Uswah Fatoni
Januari 12, 2025
in Entertainment
matahari terbenam di gunung maago

Cerpen: Matahari Terbenam di Balik Gunung Maago

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Rian kecil, tujuh tahun, ingat betul hari itu. Ayahnya, sosok yang dulu selalu menggendongnya di pundak sambil menunjuk ke gunung Maago yang berkilauan, kini berdiri di samping seorang wanita asing. Senyum ayahnya, yang dulu hangat untuknya dan ibunya, kini terpancar untuk orang lain.

Sejak hari itu, dunia Rian berubah. Ibunya, dengan mata sembab namun tegar, menggandeng Rian dan kedua adiknya meninggalkan rumah. Mereka menumpang di rumah nenek, sebuah honai sederhana di pinggiran Kali Tinou. Gunung Maago.

Related posts

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

AFTERMYSKIN Buka Peluang Penghasilan dari Rumah, Ratusan Warga Lampung Antusias Ikuti Bootcamp Affiliate

Juni 8, 2026
Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

Aftermyskin Gelar Gathering dan Bootcamp Affiliate di Bandar Lampung, Hadirkan Atta Halilintar

Juni 7, 2026

Waktu berlalu. Rian tumbuh di bawah atap honai Nenek, di tengah suara Nuri dan nyanyian burung cendrawasih. Ia belajar dari Nenek tentang kearifan lokal, tentang hubungan manusia dengan alam. Tentang pentingnya menjaga hutan dan kebun yang menjadi sumber kehidupan.

Ia juga belajar tentang bio-akustik, bagaimana suara-suara di alam. Kemudian dari arah mata angin hingga kicauan burung, membawa informasi penting tentang ekosistem.

Di bangku SMP kelas 9, badai kembali menerjang. Ibunya, pilar terakhir yang menopangnya setelah kepergian ayahnya, dipanggil Yang Maha Kuasa. Rian merasa dunianya runtuh. Ia merasa kehilangan segalanya, bukan hanya sosok ibu, tetapi juga identitas dan arah hidupnya. Ia merasa seperti air terjun Tinou yang kecil namun berderiak lepas.

Namun, di tengah kesedihannya, Rian teringat pesan ibunya, “Kamu kuat, Rian. Kamu punya pengetahuan dan semangat untuk bertahan.” Ia juga teringat pelajaran Nenek tentang etnobiologi, bagaimana masyarakat Papua secara tradisional memanfaatkan tumbuhan dan hewan untuk pengobatan, makanan, dan ritual. Pengetahuan ini, yang diwariskan turun-temurun, merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya.

BACA JUGA: Lonceng dan Kerlip Malam Natal

Rian Mulai Bangkit Matahari Terbenam

Rian mulai bangkit. Ia menyadari bahwa kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. anak muda itu memiliki warisan berharga: pengetahuan lokal, semangat pantang menyerah, dan kenangan indah bersama ibunya. Ia mulai mengamati lingkungan sekitarnya dengan lebih seksama.

Dia mencatat suara-suara burung, mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan, dan mempelajari interaksi antar makhluk hidup. Rian menggunakan pengetahuannya tentang bio-akustik dan etnobiologi untuk memahami ekosistem Papua yang kaya.

Rian menyadari bahwa ia tidak sendirian. Banyak anak-anak Papua yang mengalami situasi serupa, kehilangan orang tua, hidup dalam keterbatasan, namun tetap memiliki semangat untuk maju. Ia ingin berbagi pengetahuannya, menginspirasi generasi muda Papua untuk mencintai alam dan memanfaatkan kekayaan lokal secara berkelanjutan.

Suatu hari, Rian bermimpi membangun pusat penelitian kecil di dekat kost Fawas, Bandar lampung. Di sana, ia akan mengajarkan bio-akustik dan etnobiologi kepada anak-anak Papua, menggabungkan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Ia ingin membuktikan bahwa kehilangan bukan akhir dari segalanya, tetapi justru bisa menjadi pemicu untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama dan alam.

Matahari terbenam di belakang gunung Maago memantulkan warna jingga keemasan di permukaan air. Rian berdiri di dekat kali Tinou, menatap cakrawala. Ia merasakan hembusan angin tinouda dan mendengar suara Tinou. Ia tahu, perjalanannya masih panjang. Namun, ia juga yakin, dengan pengetahuan dan semangat, ia bisa menghadapi segala tantangan dan mewujudkan mimpinya.

Penulis

Anderian Kamo
Bandar Lampung, 1 Januari 2025

Tags: cerpengunung maago
Previous Post

Cerpen: Tetesan Hujan yang Mengukir Jejak Rindu

Next Post

BRCC Indonesia Ajak Pemuda Lampung Berkarir di Tiongkok

Next Post
BRCC Indonesia ajak Pemuda Lampung

BRCC Indonesia Ajak Pemuda Lampung Berkarir di Tiongkok

rosa hostel bandar lampung

Menginap di Rosa Hostel Bandar Lampung, Harga Mulai Rp200 Ribuan

prakiraan cuaca lampung hujan

Prakiraan Cuaca Lampung 14 Januari 2025: Berpotensi Hujan Lebat

prakiraan cuaca hujan Cuaca ekstrim

Prakiraan Cuaca Tiga Hari ke Depan, Waspada Hujan Lebat

Road to School 2025: Membangun Generasi Emas Lampung Timur Melalui Pendidikan Berkualitas

Road to School 2025: Membangun Generasi Emas Lampung Timur Melalui Pendidikan Berkualitas

RECOMMENDED NEWS

sma 1 tumijajar -

SMA 1 Tumijajar Gerakkan Siswa untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

8 bulan ago
Bupati Parosil Sambut Kolaborasi BGTK Lampung, Sepakati PKS untuk Tingkatkan Kompetensi Guru di Lampung Barat

Bupati Parosil Sambut Kolaborasi BGTK Lampung, Sepakati PKS untuk Tingkatkan Kompetensi Guru di Lampung Barat

1 bulan ago
perbafa uniss kendal

PERBAFA Piala Rektor UNISS 2026 Resmi Dibuka, 8 Tim Lolos Semifinal di Hari Pertama

6 bulan ago
BMKG rilis cuaca lampung hari ini

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 18 April 2026: Hujan Meluas Siang hingga Malam, Waspada Petir dan Angin Kencang

4 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung berita pendidikan Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala National Exam olahraga Opini otomotif Pelindo pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    466 shares
    Share 186 Tweet 117
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    424 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    416 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • BULOG Lampung Perluas Distribusi Beras Premium ke Retail Modern, Stok Capai 288 Ribu Ton
  • Firli Yuda Pratama Raih Juara 1 Karate, Bukti Komitmen SMKN 9 Bandar Lampung Cetak Siswa Berprestasi
  • Championship Elang Muda SDIT Baitul Jannah, Dari 124 Piala Menuju Mimpi 500 Juara

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com