Lampung Selatan (Merapah.com) – Edukasi kesehatan reproduksi sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran anak-anak mengenai tubuh mereka. Hal ini mendorong pelaksanaan program kerja “Ku Jaga Diriku” yang berlangsung pada 20-22 Januari 2025 di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Bali Nuraga, Kec. Way Panji, Lampung Selatan.
Program ini dibentuk untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa-siswi sekolah dasar tentang kesehatan reproduksi melalui metode edukasi interaktif. Kegiatan ini diinisiasi oleh Nisrina Anindya dan dilaksanakan dalam bentuk pemaparan materi menggunakan PowerPoint, pemutaran video edukatif, serta lagu interaktif.
“Memberikan edukasi kesehatan reproduksi sejak usia dini adalah langkah baik untuk mencegah kasus kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran anak terhadap tubuh mereka,” ujar Nisrina.
Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 di SDN 1 Bali Nuraga serta siswa kelas 6 di SDN 2 dan SDN 3 Bali Nuraga.

Selama edukasi berlangsung, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Tabur Hadiah
Mereka yang dapat menjawab dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Selain mendapatkan pemaparan teori, siswa juga diajak untuk menyaksikan video edukatif berjudul “Sentuhan Boleh”.
Pemutaran video ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak mengenai batasan tubuh dan pentingnya menjaga diri dari tindakan yang tidak pantas.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa tubuh mereka berharga. Merekajuga memiliki hak untuk berkata ‘tidak’ terhadap perlakuan yang tidak pantas,” kata salah satu panitia kegiatan.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari siswa dan pihak sekolah. “Kami sangat mengapresiasi adanya program edukasi seperti ini. Karena belum banyak anak yang mendapatkan informasi kesehatan reproduksi secara benar,” ungkap salah satu guru SDN 1 Bali Nuraga.
Dengan adanya program “Ku Jaga Diriku”, diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap kesehatan reproduksi.
Menanamkan pemahaman sejak dini akan membantu generasi muda tumbuh dengan kesadaran yang lebih baik terhadap tubuh mereka, sehingga dapat menjaga kesehatan dan menghindari risiko yang merugikan di masa depan.
Sebab, di era seperti saat ini akses menuju beragam konten negatif sangat mudah. Sehingga edukasi Kesehatan Reproduksi harus dilakukan secara masif ke semua kalangan.













