Hantavirus dari Tikus: Cara Menular, Gejala, dan Pencegahannya

Hantavirus: Virus dari Tikus yang Perlu Diwaspadai, Ini Cara Penularan dan Pencegahannya

Hantavirus berasal dari tikus liar dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia jika tidak diwaspadai sejak awal.
Hantavirus berasal dari tikus liar dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia jika tidak diwaspadai sejak awal.

Merapah.com – Hantavirus adalah virus berbahaya yang dibawa hewan pengerat seperti tikus. Ketahui cara penularan, gejala, dan langkah pencegahannya berdasarkan data CDC dan WHO.

Hewan pengerat, terutama tikus liar, membawa kelompok virus yang disebut hantavirus. Virus ini dapat menular ke manusia dan menyebabkan penyakit serius, bahkan berakibat fatal pada beberapa kasus.

 

BACA JUGA: Hantavirus Kembali Mengancam, WHO Soroti Penularan dari Tikus

 

Hewan Pembawa Hantavirus

Berbagai jenis tikus diketahui menjadi reservoir alami virus ini. Hewan tersebut dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Tikus rusa (deer mouse)
  2. Tikus ladang
  3. Tikus kapas
  4. Tikus beras
  5. Tikus rumah tertentu
  6. Beberapa jenis tikus hutan dan mencit liar

Di Amerika Utara, Sin Nombre virus, salah satu jenis hantavirus yang paling dikenal, menginfeksi tikus rusa (deer mouse) dan menjadikannya sebagai pembawa virus. Sementara itu, di Asia dan Eropa, berbagai jenis tikus liar membawa dan menularkan strain hantavirus yang berbeda-beda.

Cara Penularan ke Manusia

Penularan hantavirus tidak terjadi antar manusia secara umum, melainkan dari hewan ke manusia. Virus ini menyebar terutama melalui partikel yang terhirup di udara.

Beberapa kondisi penularan meliputi:

  1. Menghirup debu yang terkontaminasi urine atau feses tikus
  2. Menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah
  3. Gigitan tikus yang terinfeksi (kasus jarang)
  4. Membersihkan area tertutup yang banyak tikus tanpa perlindungan

Risiko penularan meningkat di area seperti gudang, rumah kosong, kebun, hutan, hingga peternakan yang banyak aktivitas tikus liar.

 

BACA JUGA: Bayam Ungu: Superfood Sehat dengan Segudang Manfaat

 

Gejala Hantavirus

Gejala biasanya muncul 1–8 minggu setelah terpapar virus. Pada tahap awal, gejalanya mirip flu, seperti:

  1. Demam
  2. Nyeri otot
  3. Sakit kepala
  4. Mual dan kelelahan

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga gagal organ. Tingkat kematian pada beberapa jenis hantavirus bisa cukup tinggi, mencapai 40–50% tergantung strain virusnya.

Pencegahan Hantavirus

Hingga saat ini belum tersedia vaksin atau obat spesifik untuk hantavirus. Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama yang sangat penting.
Beberapa cara pencegahan yang direkomendasikan:

  1. Menutup celah rumah agar tikus tidak masuk
  2. Menjaga kebersihan makanan dan lingkungan
  3. Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area terkontaminasi
  4. Tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering
  5. Membasahi area terlebih dahulu sebelum dibersihkan

Hantavirus jarang terjadi, tetapi tetap dapat menimbulkan penyakit serius jika orang tidak mewaspadainya. Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus liar menjadi langkah paling efektif untuk mencegah infeksi.