SPRINT II Diresmikan, Mitra Bentala Perkuat Ketangguhan Desa Lampung Selatan Melalui Kolaborasi Inklusif

Mitra Bentala meresmikan Program SPRINT II
Sambutan pada sosialisasi Program SPRINT II di Desa Maja, Lampung Selatan, Jumat, 13 Juni 2025.

Merapah.comMitra Bentala meresmikan Program SPRINT II dimulai secara khidmat pada 13 Juni 2025 di Lampung Selatan. Sebelumnya, kegiatan sosialisasi telah berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11 Juni di Desa Maja dan 12 Juni di Desa Kelawi.

Kegiatan bertujuan mengenalkan latar belakang, tujuan, pendekatan, dan rencana pelaksanaan SPRINT II kepada seluruh pemangku. Mitra Bentala melanjutkan pengurangan risiko bencana berkat dukungan kuat Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) terpercaya.

BACA JUGA: Tulodo, Mitra Bentala, dan EDF Dukung UMKM di Lampung Timur

Kolaborasi Lintas Sektor Tingkatkan Kapasitas Komunitas Lokal

2 Mitra Bentala meresmikan Program SPRINT II
Anggota Destana, FPRB, dan perwakilan dinas aktif berdiskusi dalam sesi presentasi rencana kegiatan Program SPRINT II.

Selain itu, sosialisasi Desa Kelawi menghadirkan 57 peserta, termasuk Forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana), Destana (Desa Tangguh Bencana), dan berbagai instansi. Kepala Desa Kelawi membuka acara, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk ketangguhan komunitas yang berkelanjutan. Destana memimpin safety briefing, memastikan peserta memahami prosedur keselamatan sebelum rangkaian agenda dimulai efektif bersama.

Peserta kemudian menyanyikan Indonesia Raya, Mars Lampung Selatan, dan Mars Tangguh dengan penuh semangat kebangsaan. Sementara, coffee break dan foto bersama menciptakan suasana akrab, memperkuat jaringan komunikasi antar lembaga aktif.

Pernyataan Pemimpin Desa, Kecamatan, dan Kabupaten

Direktur Eksekutif Mitra Bentala, Rizani, memaparkan rencana kegiatan lapangan SPRINT II secara jelas kepada peserta.

“SPRINT II akan menjawab kebutuhan warga melalui aksi nyata di komunitas lokal langsung,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Maja bersyukur program berlanjut, berharap peningkatan kapasitas Destana dan FPRB.

“Kegiatan mendatang harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Desa Maja secara komprehensif bagi semua,”tegasnya.

Camat Bakauheni, Furqonnudin, menyambut hasil positif, berharap perluasan program SPRINT II ke desa lain segera.

Ia menuturkan, “Masyarakat Kelawi langsung merasakan manfaat program; mari perkuat capaian bersama semua ke depan.”

BACA JUGA: Green Student Movement WALHI Lampung 2025: Transisi Energi Jadi Sorotan

Perwakilan Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan lapangan, menjaga standar keselamatan selama kegiatan berlangsung setiap waktu. Dinas Lingkungan Hidup memfasilitasi pelestarian lingkungan, memastikan aksi lapangan tetap ramah ekosistem lokal berkelanjutan selalu.

Dinas Pemadam Kebakaran menyediakan personel dan peralatan, meningkatkan kesiapsiagaan bencana masyarakat desa sepanjang setiap kegiatan. PMI Paluma Nusantara berkomitmen memperkuat jaringan relawan, mempercepat respons saat menghadapi keadaan darurat di lapangan.

Fokus Inklusivitas dan Aksi Nyata Komunitas

3 Mitra Bentala meresmikan Program SPRINT II
Para peserta berfoto bersama usai sesi pembukaan sosialisasi Program SPRINT II di Desa Maja, Kecamatan Kalianda.

Program SPRINT II berlangsung 20 bulan, dari Juni 2025 hingga Januari 2027, fokus aksi nyata. Mitra Bentala memastikan perempuan dan kelompok marjinal memegang peran sentral dalam seluruh proses perencanaan inklusif. Pendekatan inklusif selaras Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Nasional di Indonesia modern.

Forum PRB dan Destana bertukar pengalaman, menyusun strategi sinergis menghadapi tantangan geografis daerah pesisir kompleks. Sesi diskusi menghasilkan kesepakatan tindak lanjut, termasuk pelatihan dan pembentukan kelompok kerja bersama terarah produktif.

BACA JUGA: Mitra Bentala di Sustainability Awareness Day Unila Tampilkan Produk Unggulan Komunitas

Harapan Keberlanjutan Program Bagi Lampung Selatan

Mitra Bentala menyusun indikator keberhasilan terukur, memantau efektivitas program secara berkala dan transparan bagi masyarakat. Organisasi melaporkan perkembangan kepada ADPC, memastikan dukungan teknis serta pendanaan tetap berjalan lancar tanpa hambatan.