Merapah.com — Pimpinan Wilayah Lampung Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMMBN) menggelar sosialisasi moderasi beragama dan bela negara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Kegiatan digelar di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi umum di Provinsi Lampung mengikuti kegiatan tersebut.
Selain itu, kegiatan ini mengusung tema Penguatan Generasi Muda sebagai Penggerak Moderasi Beragama dan Bela Negara.
BACA JUGA: Menjawab Tantangan Digital, PMMBN Lampung Perkuat Nilai dan Kesiapan Karier
Sebanyak 110 mahasiswa hadir sebagai peserta aktif. Peserta berasal dari perwakilan 13 perguruan tinggi umum di Lampung. Masing-masing kampus mengirimkan delegasi mahasiswa lintas disiplin keilmuan.
Melalui kegiatan ini, PMMBN Lampung bertujuan memperkuat kesadaran kebangsaan mahasiswa.
Kegiatan ini juga merespons tantangan keberagaman dan dinamika sosial yang terus berkembang.
Mahasiswa Didorong Menjadi Penggerak Moderasi
Ketua PW PMMBN Lampung, M. Hafiz Moniaga, menegaskan peran strategis mahasiswa dalam menjaga persatuan bangsa.
Ia menilai mahasiswa harus menjadi teladan toleransi di lingkungan kampus.

Selain itu, mahasiswa perlu mengamalkan nilai moderasi beragama dan bela negara secara konsisten.
“Moderasi beragama dan bela negara harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata mahasiswa,” ujar Hafiz.
Menurutnya, kampus menjadi ruang strategis menanamkan nilai toleransi dan nasionalisme. Oleh karena itu, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan sosial.
Ia berharap kegiatan ini melahirkan kader PMMBN yang berintegritas dan berkomitmen pada NKRI.
BACA JUGA: PW PMMBN Bali Dorong Ruang Dialog Moderasi di Tengah Keberagaman Mahasiswa
Tiga Materi Utama Perkuat Pemahaman Peserta
Selanjutnya, panitia menyajikan tiga materi utama dalam sosialisasi tersebut. Materi pertama membahas Lima Nilai Bela Negara.
Materi kedua mengenalkan organisasi Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara. Sementara itu, materi ketiga mengangkat tema Udar Asumsi Membangun Persepsi.
Materi tersebut menekankan pentingnya membangun persepsi positif di tengah keberagaman. Peserta memahami dampak asumsi negatif terhadap relasi sosial.
Selain pemaparan materi, panitia juga membuka ruang diskusi interaktif.
Moderasi Beragama di Era Digital
Pembina PW PMMBN Lampung, Dr. Eka Kurniawati, S.H., M.Pd., menekankan pentingnya moderasi beragama di era digital.

Ia menilai mahasiswa harus memiliki literasi informasi yang kuat. Dengan demikian, mahasiswa tidak mudah terpengaruh narasi ekstrem dan provokatif.
“Moderasi beragama menjadi fondasi penting menjaga harmoni sosial dan keseimbangan berpikir mahasiswa,” kata Eka.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. Menurutnya, partisipasi aktif menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap isu kebangsaan.
BACA JUGA: Magang Kemnaker 2025 Dibuka, Pemerintah Siapkan Insentif Rp3,3 Juta
Peserta Rasakan Manfaat Langsung
Salah satu peserta, Muh. Sauqi, mengaku mendapat insight baru melalui kegiatan ini. Ia menilai peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa menjadi semakin jelas.
“Kegiatan ini membantu saya memahami moderasi beragama sebagai praktik nyata, bukan sekadar konsep, agendanya keren semoga PW PMMBN Lampung terus bersinergi dengan kegiatan positif” ungkap Sauqi.
Selain itu, ia berharap sosialisasi serupa menjangkau lebih banyak mahasiswa lintas kampus. Menurutnya, dialog terbuka penting untuk memperkuat toleransi di Lampung.
Komitmen Berkelanjutan PMMBN Lampung
Sebagai penutup, panitia menggelar pelantikan pengurus PW PMMBN Lampung. Pelantikan tersebut menjadi simbol penguatan struktur organisasi wilayah.
BACA JUGA: Libur Panjang? Ini 7 Aktivitas Bermanfaat buat Mahasiswa
Momentum ini menegaskan komitmen kedepan dalam menjalankan pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PMMBN Lampung menegaskan perannya sebagai wadah penguatan moderasi beragama dan bela negara.
PMMBN Lampung berkomitmen mendorong mahasiswa menjadi agen perdamaian dan persatuan.
Dengan demikian, nilai toleransi diharapkan tumbuh berkelanjutan di kampus dan masyarakat Lampung.













