Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)
Merapah.com – Per november 2025 tercatat bahwa kredit secara umum industri hanya tumbuh 7,74% (yoy), dinyatakan bahwa pelaku bisnis masih enggan untuk ekspansi, dan pada umumnya masih bersikap”wait and see”, sehingga menyebabkan credit demand belum merangkak naik.
Dari data Bank Indonesia(BI) juga menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit bank umum swasta nasional terbilang masih sejalan dengan industri. Di mana, kredit bank swasta hingga periode November 2025 hanya tumbuh 5,42% (yoy).
BACA JUGA: Penting bagi Pelaku Bisnis Peka dan Paham terhadap Economic Behavior, Ekspektasi Positif, serta Multiplier Effect atas Kebijakan Moneter dan Fiskal
Mengapa kredit bank-bank plat merah mampu tumbuh 2 digit
Woow ternyata Pertumbuhan kredit bank-bank plat merah atau himbara secara akumulasi tercatat tumbuh hingga dobel digit. Kondisi ini menjadi anomali di saat pertumbuhan kredit secara industri masih tertahan di single digit. Bank Indonesia (BI) mencatat bank BUMN mampu mendongkrak kredit hingga 10,28% a(yoy) per November 2025.
Mengapa terjadi demikian?, penyebab laju pertumbuhan kredit yang lebih tinggi di bank BUMN karena ada dorongan untuk menjaga momentum ekonomi lewat kredit investasi ditambah lagi banyak program pemerintah yang sedang gencar berjalan.
BACA JUGA: Kredit Belum Membaik Sampai di Penghujung 2025, Namun Harapan Tumbuh 2 Digit di 2026
Pertumbuhan kredit bank BUMN yang lebih cepat bukan semata karena permintaan yang kuat, melainkan ada kombinasi penugasan pemerintah, dan keunggulan likuiditas. Disamping itu komposisi segmen yang masih berjalan, dan keunggulan bank plat merah lebih banyak bermain di segmen yang relatif resilien seperti UMKM, payroll based lending, rantai pasok proyek pemerintah, serta kredit perumahan subsidi.
Adapun program-program pemerintah yang mampu mendongkrak pertumbuhan kredit bank-bank himbara yaitu; Kredit Program Pemerintah (KPP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi merah putih, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL)













