Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)
Kehidupan dalam suatu negara tentunya ada kegiatan yang dinamakan ekonomi. Kegiatan tersebut, dijalankan oleh pemerintah dan rakyat. Pemerintah yang mengatur dan membuat kebijakan-kebijakan ekonomi suatu negara baik domestik atau hubungan antar negara/internasional guna menggerakkan putaran roda ekonomi untuk kemakmuran hajat hidup masyarakatnya dan bangsa lain.
Gagal Paham dan Mengerti Ekonomi
Sebagian besar masyarakat dalam suatu negara banyak yang gagal paham bahkan tidak mengetahui kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintahnya. Baik masyarakat yang bergelut dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, terlebih lagi masyarakat awam.
Adapun penyebabnya antara lain :
1.Kurangnya keterbukaan informasi kebijakan suatu negara/pemerintah, akibat sistim ketata negaraan tertutup.
2.Minimnya layanan informasi publik tentang suatu kebijakan ekonomi negara.
3.Penyampaian informasi dan komunikasi publik masih sulit dipahami oleh masyarakat. Informasi yang tersampaikan kerap menggunakan bahasa tidak sederhana atau rumit. Pejabat pemerintah maupun ekonom-ekonom, kerap penggunaan banyak istilah-istilah yang sulit dipahami dan data-data yang sulit dimengerti masyarakat.
BACA JUGA: Program 3 Juta Rumah Sulit Capai Target Tanpa Akselerasi, Optimiskah dengan Terbentuknya BP3R?
Akibat Informasi dan Komunikasi Yang Tidak Sederhana
Sejatinya, ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia mengambil keputusan dalam memenuhi kebutuhan yang tak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.
Namun, seringkali ekonomi disampaikan dengan jargon teknis, rumus rumit, atau pemodelan yang kaku, sehingga esensinya hilang dan masyarakat gagal paham.
Kata atau istilah ekonomi bukan menjadi hal yang asing ditelinga masyarakat, akan tetapi bagi sebagian masyarakat masih menganggap hanya para ahli saja yang dapat memahami ilmu ekonomi.
Padahal, seharusnya masyarakat untuk memahami dan mengerti ekonomi itu tidak serumit yang digambarkan.
Sebab, ekonomi adalah paham dan mengerti Prilaku Ekonomi (Economic Behavior) sehari-hari dalam pencarian nafkah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Untuk membuat masyarakat memahami situasi dan kondisi ekonomi negaranya dengan mudah memerlukan pendekatan komunikasi publik yang sederhana, kontekstual, dan menggunakan media yang dekat dengan mereka.
Literasi ekonomi yang mencakup kemampuan memahami seperti inflasi, Pendapatan Domestik Bruto (PDB), dan saya beli, sangat penting untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas masyarakat.
Beberapa Cara Agar Masyarakat Paham dan Mengerti Ekonomi:
1.Penyederhanaan Konsep
Melalui Contoh Sehari-Hari
(Analogi) :
Mengubah istilah teknis ekonomi menjadi analogi yang familiar. Misalnya, menjelaskan inflasi bukan sebagai “peningkatan indeks harga konsumen,” melainkan sebagai “harga tomat atau beras yang semakin mahal karena uang yang beredar terlalu banyak”.
2.Penggunaan Visualisasi
Data Infografis :
Menyajikan data ekonomi yang rumit dalam bentuk infografis, video animasi, atau grafik yang menarik di media sosial, bukan sekadar laporan teks panjang.
3.Fokus pada Dampak
Langsung ke Sekror Rumah
Tangga :
Pemerintah dan media sebaiknya menekankan bagaimana kebijakan ekonomi (seperti kenaikan suku bunga atau tarif pajak) berpengaruh langsung pada pengeluaran harian, cicilan, dan lapangan kerja.
BACA JUGA: FLPP dan KPP Bagi Bank adalah Penugasan Negara, Bukan Semata untuk Dapat Laba!
4.Pemanfaatan Pengaruh
Influencer dan Komunitas
Lokal :
Menggunakan tokoh masyarakat, komunitas UMKM, atau influencer keuangan untuk menyebarkan informasi ekonomi dasar dalam bahasa yang santai.
5.Pendidikan Ekonomi Dasar
Sejak Dini :
Memasukkan literasi keuangan dan ekonomi dasar ke dalam kurikulum sekolah atau melalui program pengabdian masyarakat.
6.Pemanfaatan Media yang
Tepat :
Menggunakan radio lokal, infografis di media sosial (Instagram/TikTok), dan baliho untuk menjangkau masyarakat umum secara luas.
Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam mengelola keuangan pribadi dan lebih siap dalam menghadapi situasi ekonomi negara.













