Rabu, Juni 24, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Inspirasi

Mahasiswa KKN Unila Ajak Warga Desa Munca Olah Kulit Bawang Jadi Pupuk Cair

Putri S by Putri S
Januari 28, 2026
in Inspirasi
Mahasiswa KKN Unila

Proses pemanfaatan kulit bawang merah dilakukan secara sederhana dan mudah diterapkan dalam keseharian.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung mengajak warga Desa Munca mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik cair.

Mahasiswa KKN Unila mengolah kulit bawang merah yang selama ini sering dibuang oleh warga.

Related posts

Tri Sujarwo Latih Mahasiswa UGM Mendongeng untuk KKN Gorontalo

Tri Sujarwo Latih Mahasiswa UGM Mendongeng untuk KKN Gorontalo

Juni 17, 2026
Rahmad Agus Nugroho: Menjaga Dedikasi di Sucofindo, Merawat Kreativitas untuk Lampung

Rahmad Agus Nugroho: Menjaga Dedikasi di Sucofindo, Merawat Kreativitas untuk Lampung

Juni 8, 2026

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Dusun Kapling, Desa Munca, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Selasa, 27 Januari 2026.

Ibu-ibu PKK dan warga desa mengikuti praktik pembuatan pupuk organik cair selama dua jam.

Mahasiswa KKN Unila melihat limbah organik rumah tangga masih jarang dimanfaatkan.

 

BACA JUGA: Warga Desa Munca Belajar Memproduksi Sabun Alami Bersama Mahasiswa KKN Unila

 

Warga masih menganggap kulit bawang merah sebagai sampah, meski bermanfaat bagi kesuburan tanaman.

mahasiswa kkn unila (2)
Mahasiswa KKN Unila mengolah kulit bawang merah menjadi produk bermanfaat bersama warga setempat.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa mengenalkan pengolahan limbah berbasis rumah tangga kepada warga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah dapur bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat,” kata Muhammad Rizki, mahasiswa KKN Unila.

Ia menjelaskan bahwa warga mudah memperoleh bahan baku dan dapat menjalani proses pembuatannya secara sederhana.

Menurutnya, warga bisa menerapkan cara ini tanpa peralatan khusus.

KKN Unila: Dari Sosialisasi ke Praktik Langsung

Mahasiswa mengawali kegiatan dengan sosialisasi singkat mengenai pupuk organik cair. Mereka menjelaskan fungsi POC dalam meningkatkan kesuburan tanah.

Mahasiswa juga memaparkan manfaat penggunaan pupuk organik bagi tanaman pekarangan.
Setelah sosialisasi, mahasiswa mendemonstrasikan proses pembuatan pupuk cair.

Mereka menunjukkan tahapan pengolahan bahan hingga proses fermentasi. Peserta memperhatikan setiap langkah yang diperagakan.

 

BACA JUGA: Mahasiswa KKN Unila Petakan Potensi Desa Munca Berbasis Spasial untuk Dukung Pembangunan Desa

 

Mahasiswa kemudian mengajak peserta mempraktikkan pembuatan pupuk secara berkelompok.

Peserta mengolah kulit bawang merah menjadi pupuk cair dengan pendampingan mahasiswa. Diskusi dan tanya jawab berlangsung selama praktik.

Peserta menghasilkan pupuk organik cair dari hasil praktik tersebut. Mahasiswa mendorong peserta memanfaatkan pupuk untuk tanaman rumah.

Dukungan Warga dan Harapan Keberlanjutan

Kegiatan ini mendapat dukungan dari warga setempat. Ketua RT Dusun Kapling, Irwani, membantu mengoordinasikan kegiatan.

“Kegiatan ini membantu warga memahami pengelolaan limbah dengan cara sederhana,” ujar Irwani.

 

BACA JUGA: Mahasiswa KKN Unila Gelar Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah Gratis di Pesawaran

 

Mahasiswa KKN Unila berharap kegiatan ini mendorong perubahan kebiasaan warga serta mengurangi sampah rumah tangga melalui pengolahan limbah.

Pupuk organik cair juga berpotensi mendukung pertanian pekarangan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unila memperkuat peran edukasi lingkungan di desa.

Pendekatan praktis dan partisipatif menjadi kunci keterlibatan warga.

Mahasiswa berharap keterampilan ini berkembang menjadi kegiatan berkelanjutan di Desa Munca.

Tags: beritaberita lampungdesa muncakegiatan mahasiswaKKN Unila
Previous Post

Warga Desa Munca Belajar Memproduksi Sabun Alami Bersama Mahasiswa KKN Unila

Next Post

Kue Kering Lampung dari Cahaya Cookies, Favorit Keluarga Sejak 2020

Next Post
cahaya cookies, lampung tengah

Kue Kering Lampung dari Cahaya Cookies, Favorit Keluarga Sejak 2020

Hantavirus berasal dari tikus liar dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia jika tidak diwaspadai sejak awal.

Virus Nipah: Mengapa Dunia Waspada?

FKIP Unila Gelar Wicara Guru Besar di Dies Natalis ke-58, Dorong Kolaborasi Pendidikan Lampung Berdaya Saing Global

FKIP Unila Gelar Wicara Guru Besar di Dies Natalis ke-58, Dorong Kolaborasi Pendidikan Lampung Berdaya Saing Global

D'Dharma Residence,

D'Dharma Residence Perumahan Subsidi Modern One Gate System Hadir di Natar

Nua43 Hostel

Nua43 HOSTEL, Solusi Menginap Praktis di Tengah Kota Bandar Lampung

RECOMMENDED NEWS

Warga Bataranila Donasi ke Kampung Quran Tembus Rp102 Juta

Warga Bataranila Donasi ke Kampung Quran Tembus Rp102 Juta

2 tahun ago
Cerpen: Cinta yang Terselubung Rahasia

Cerpen: Cinta yang Terselubung Rahasia

2 tahun ago
Kebutuhan Nutrisi

Waspadai Ciri Tubuh Kekurangan Nutrisi

1 tahun ago
cuaca lampung hari ini

Cuaca Lampung Hari Ini, Waspada Hujan Sejak Siang!

5 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala National Exam olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Bikin Usaha Makin Dikenal, Rumah BUMN Lampung Tengah Latih 50 Pelaku UMKM Kuasai Branding di Media Sosial
  • UMKO Raih Peringkat III Pendanaan Program Penelitian 2026, Perkuat Komitmen Budaya Riset
  • Rendhy Santoso Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan Finansial Bersama AGAPro

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com