NATAR, Merapah.com – Program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) terus mendapat dukungan dari sektor swasta, termasuk pengembang properti di daerah.
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengatasi persoalan perumahan nasional, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Secara nasional, angka kekurangan unit rumah (backlog) masih mencapai sekitar 9,9 juta unit, sementara jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tercatat sebanyak 62 juta unit.
Di Provinsi Lampung, backlog perumahan tercatat mencapai 270.147 unit rumah, dengan RTLH sebanyak sekitar 113.000 unit. Backlog sendiri merupakan kondisi di mana masyarakat belum memiliki rumah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, PT Orlindo Makmur Jaya menghadirkan perumahan subsidi modern D’Dharma Residence yang berlokasi di Dusun Dwi Dharma, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
PT Orlindo Makmur Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti residensial dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun dalam pembangunan perumahan komersial maupun subsidi. Pada tahap awal, pengembang akan membangun sebanyak 74 unit rumah subsidi melalui skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), serta 10 unit kios UMKM.
Perumahan D’Dharma Residence mengusung konsep rumah subsidi modern dengan sistem klaster dan one gate system. Lokasinya berada di kawasan permukiman yang telah ramai penduduk, tepat di pinggir jalan raya beraspal dan rigid beton.
Selain itu, lingkungan perumahan dirancang asri serta memiliki akses yang dekat dengan pusat Kota Natar, pusat perbelanjaan, minimarket, kantor pemerintahan, pasar, sekolah negeri, pesantren, fasilitas olahraga, hingga rumah ibadah.

Peletakan batu pertama pembangunan D’Dharma Residence telah dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Kegiatan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Founder PT Orlindo Makmur Jaya, Akhmadi Dachlan.
Dalam sambutannya, Akhmadi Dachlan menyampaikan bahwa pembangunan perumahan tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Di kompleks perumahan D’Dharma Residence ini akan dibangun sebanyak 74 unit rumah FLPP. Kami mengusung konsep rumah layak huni yang sejuk, nyaman, dan asri,” ujar Akhmadi Dachlan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran perumahan subsidi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memiliki rumah sendiri dengan harga yang terjangkau dan lingkungan yang tertata.
Sementara itu, Komisaris PT Orlindo Makmur Jaya, Erson Agustinus, menjelaskan bahwa D’Dharma Residence dirancang dengan konsep rumah subsidi modern bergaya Skandinavia.
“Kami ingin menghadirkan rumah subsidi yang aman, nyaman, dan layak huni dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun tetap memiliki desain modern dan bernuansa alam,” kata Erson Agustinus.
D’Dharma Residence Gabungkan Ekosistem Hunian dan Aktivitas Ekonomi
Menurutnya, konsep perumahan ini juga menggabungkan ekosistem hunian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Selain rumah tinggal, kami juga membangun kios-kios UMKM untuk mendukung usaha kecil dan menyediakan kebutuhan harian warga, sehingga tercipta perumahan yang hidup dan produktif,” tambahnya.

Pembangunan D’Dharma Residence diharapkan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Kehadiran perumahan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan wilayah Dusun Dwi Dharma serta meningkatkan perputaran roda perekonomian masyarakat sekitar.










