Merapah.com – Solidaritas Erlangga (SOGA) menggandeng pendongeng nasional asal Lampung, Tri Sujarwo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Jarwo Songha, sebagai narasumber dalam Safari Pelatihan Mendongeng yang digelar di sejumlah kota di Pulau Jawa.
Kegiatan berlangsung pada 15–24 Juli 2026 dengan menyasar para guru TK, RA, dan SD di Mojokerto, Kediri, Batang, Pekalongan, hingga Brebes. Safari pelatihan mendongeng ini juga dijadwalkan berlanjut di Lampung pada 29 Juli 2026.

Jarwo Songha, menjadi narasumber Safari Pelatihan Mendongeng yang digelar SOGA di lima kota di Pulau Jawa dan diikuti sekitar 900 guru.
Pelatihan yang bekerja sama dengan dinas pendidikan serta Kementerian Agama di masing-masing daerah tersebut diikuti sekitar 900 guru TK, RA, dan SD. Setiap titik pelatihan diikuti sekitar 100 peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sebagian besar peserta mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan mendongeng selama menjadi guru TK, RA, maupun SD.
Dalam pelatihan tersebut, Jarwo Songha membawakan materi mengenai seluk-beluk mendongeng. Selain teori, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknik vokal dan praktik langsung mengubah suara untuk menghidupkan karakter dalam cerita.
“Para peserta belajar suara narasi, suara karakter, dan suara ilustrasi. Para peserta juga praktik secara langsung cara mengubah suara,” ujar Jarwo Songha.
Pendongeng yang pernah menghibur anak-anak di Temajuk, wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, itu menegaskan bahwa kemampuan mengolah suara menjadi salah satu kunci utama dalam mendongeng.
“Suara adalah kekuatan dari mendongeng. Kita harus berlatih mengubah-ubah suara,” tuturnya.
Perwakilan Solidaritas Erlangga (SOGA), Atika Permata, mengatakan pihaknya akan terus mendukung para guru agar memiliki kemampuan mendongeng yang baik sebagai bagian dari pembelajaran yang menyenangkan di sekolah.

Jarwo Songha membekali guru TK, RA, dan SD dengan teknik vokal, penguasaan karakter, serta praktik mendongeng secara langsung.
Ia menjelaskan, Safari Pelatihan Mendongeng tahun ini dilaksanakan di lima kota dengan total tujuh titik pelatihan. Mojokerto dan Kediri masing-masing menjadi tuan rumah dua kali pelatihan, sedangkan Batang, Pekalongan, dan Brebes masing-masing satu kali. Setelah rangkaian di Pulau Jawa selesai, kegiatan akan berlanjut di Lampung.
“Kak Jarwo bisa membawakan kelas mendongeng ini dengan santai tetapi tetap serius. Celetukan-celetukan yang lucu membuat peserta tidak mengantuk,” ujar Atika.
Sementara itu, salah satu peserta dari Kabupaten Batang, Nafis, mengaku pelatihan tersebut menjadi pengalaman paling berkesan dibandingkan berbagai pelatihan yang pernah diikutinya.
“Saya akan mempraktikkan teknik mendongeng yang telah diajarkan Kak Jarwo. Semoga ada kesempatan berikutnya pelatihan mendongeng seperti ini lagi,” kata Nafis.








