33 UMKM Binaan Rumah BUMN Ikuti Business Matching dengan GM Hotel di Lampung

rumah BUMN
Rumah BUMN menggelar Business Matching antara pelaku UMKM dan para pimpinan hotel yang tergabung di IHGMA.

Bandar Lampung, Merapah.com – Sebanyak 33 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN antusias mengikuti kegiatan Business Matching UMKM Binaan Rumah BUMN yang berlangsung di De Green Hotel, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Sabtu, 7 Februari 2026.

Kegiatan ini mempertemukan UMKM binaan Rumah BUMN se-Provinsi Lampung dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Lampung, sebagai upaya membuka akses pasar baru, khususnya sektor perhotelan.

CEO Rumah BUMN Provinsi Lampung, Lispiansi Lestari, menjelaskan bahwa business matching ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan para pengambil keputusan di industri hotel.

“Kegiatan hari ini adalah business matching, di mana kami mempertemukan UMKM binaan Rumah BUMN se-Provinsi Lampung dengan Indonesian Hotel General Manager Association Lampung,” ujar Lispiansi.

Ia menambahkan, UMKM yang dilibatkan telah melalui proses kurasi dari masing-masing Rumah BUMN.

“Sebanyak 33 UMKM kami kurasi dari enam Rumah BUMN di Lampung. Untuk pihak hotel, ada sekitar tujuh general manager yang hadir,” jelasnya.

Menurut Lispiansi, tujuan utama kegiatan ini adalah membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara UMKM dan manajemen hotel.

“Kami ingin mempertemukan dan membuka pasar baru bagi UMKM binaan agar produknya bisa masuk ke perhotelan. Kami optimistis produk UMKM Rumah BUMN sudah siap dipasarkan di hotel-hotel di Bandar Lampung,” katanya.

Saat ini, terdapat enam Rumah BUMN di Provinsi Lampung, yakni Rumah BUMN Bandar Lampung binaan PLN, Rumah BUMN Lampung Tengah binaan Pertamina, Rumah BUMN Bakauheni binaan BRI, Rumah BUMN Pringsewu binaan Bukit Asam, Rumah BUMN Lampung Utara binaan Bank Mandiri, serta Rumah BUMN Way Kanan binaan BNI.

“Kami berharap kedepan, keenam Rumah BUMN di Lampung semakin aktif dan mampu berkontribusi lebih besar dalam membantu UMKM berakselerasi,” ujar Lensi, sapaan akrabnya.

UMKM BUMN
Pendamping UMKM yang tergabung dalam Rumah BUMN dari beberapa daerah berfoto bersama CEO Rumah BUMN Provinsi Lampung.

Sementara itu, Owner Hotel Pelangi, Stephani Chang, menyatakan kesiapan pihak hotel untuk berkolaborasi dengan UMKM lokal, khususnya produk kerajinan dan makanan khas Lampung.

“Kolaborasi dengan UMKM akan meningkatkan nilai jual hotel sekaligus menjadi ciri khas yang mengangkat kearifan lokal dan keunggulan produk olahan komoditas Lampung,” ungkapnya.

Senada dikatakan perwakilan IHGMA Lampung yang juga General Manager Yunna Hotel, Baren Purba, menilai produk UMKM binaan Rumah BUMN memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata.

“UMKM dari empat daerah yang saya amati sangat bagus. Harus ada kerja sama untuk meningkatkan potensi yang inline dengan pariwisata,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.

“Produk UMKM harus dipelihara, dipertahankan, dan terus ditingkatkan, terutama dari sisi kemasan, mutu, dan kualitas,” katanya.

Baren memastikan produk UMKM binaan tersebut akan disosialisasikan ke hotel-hotel di Lampung.

“Produk UMKM ini sudah terkurasi dengan baik, sehingga layak untuk masuk ke jaringan perhotelan di Lampung,” pungkasnya.