Berita  

Sunnah Rasulullah Saat Iduladha yang Sering Dilupakan Umat Muslim

Memperbanyak Takbir Sejak Malam Iduladha

Rasulullah SAW mengajarkan banyak sunnah saat Iduladha yang masih relevan diamalkan hingga sekarang. Sunnah tersebut memperkuat ibadah dan kepedulian sosial umat Muslim.
Rasulullah SAW mengajarkan banyak sunnah saat Iduladha yang masih relevan diamalkan hingga sekarang. Sunnah tersebut memperkuat ibadah dan kepedulian sosial umat Muslim.

Merapah.com – Umat Islam mulai mengumandangkan takbir sejak malam Iduladha. Rasulullah SAW mengajarkan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Tradisi takbir terus berlangsung hingga akhir hari tasyrik. Masyarakat biasanya mengumandangkan takbir di masjid dan musala.

Allah SWT juga menjelaskan anjuran takbir dalam Al-Qur’an. Firman itu tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.

Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.” Ayat tersebut menjadi dasar anjuran memperbanyak takbir saat hari raya.

Takbir menciptakan suasana religius menjelang Iduladha. Suara takbir juga mengingatkan umat terhadap kebesaran Allah SWT.

Sebagian masyarakat menggelar takbir keliling pada malam hari. Tradisi itu tetap berlangsung di berbagai daerah Indonesia.

1. Rasulullah Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik

Rasulullah SAW membiasakan mandi sebelum melaksanakan salat Id. Beliau juga memakai pakaian terbaik saat hari raya tiba.

Kebiasaan itu menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan saat ibadah. Umat Islam kemudian mengikuti sunnah tersebut hingga sekarang.

Sejumlah ulama menjelaskan mandi Iduladha termasuk sunnah muakkadah. Artinya, Rasulullah SAW sangat menganjurkan amalan tersebut.

Nabi Muhammad SAW juga menggunakan wewangian sebelum salat Id. Kebiasaan itu membuat suasana ibadah terasa lebih nyaman.

Masyarakat biasanya menyiapkan pakaian bersih sebelum berangkat salat. Anak-anak hingga orang dewasa turut memeriahkan suasana Iduladha.

2. Rasulullah Tidak Makan Sebelum Salat Iduladha

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan berbeda saat Idulfitri dan Iduladha. Beliau tidak makan sebelum melaksanakan salat Iduladha.

Hadis itu diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Tirmidzi. Para ulama juga menilai hadis tersebut memiliki derajat hasan.

Rasulullah tidak makan pada hari Iduladha hingga beliau pulang.” Setelah salat, Nabi Muhammad SAW makan dari daging kurbannya.

Sunnah itu mengajarkan makna pengorbanan dan rasa syukur. Umat Islam juga menjadikan kurban sebagai simbol kepedulian sosial.

Banyak masyarakat kini tetap mengikuti sunnah tersebut setiap Iduladha. Sebagian keluarga baru makan setelah proses penyembelihan selesai.

3. Menyembelih Kurban dan Berbagi kepada Sesama

Rasulullah SAW rutin melaksanakan ibadah kurban setiap Iduladha. Beliau menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

Allah SWT menjelaskan perintah kurban dalam Surah Al-Kautsar ayat 2. “Dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Ayat tersebut menjadi dasar penting ibadah kurban dalam Islam. Umat Muslim kemudian melaksanakan kurban setiap tahun.

Rasulullah SAW juga membagikan daging kurban kepada masyarakat. Beliau mengutamakan fakir miskin dan orang yang membutuhkan.

Tradisi berbagi daging kurban masih berlangsung hingga sekarang. Masyarakat memanfaatkan Iduladha untuk mempererat solidaritas sosial.

Kurban tidak hanya memiliki nilai ibadah semata. Amalan itu juga memperkuat rasa kepedulian antarumat manusia.

4. Rasulullah Menempuh Jalan Berbeda Setelah Salat Id

Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan unik saat hari raya. Beliau melewati jalan berbeda ketika pulang dari salat Id.

Hadis tersebut diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab sahihnya. Para sahabat melihat Rasulullah menggunakan rute berbeda saat pulang.

Ulama menjelaskan sunnah itu memiliki banyak hikmah sosial. Salah satunya memperluas silaturahmi dengan masyarakat sekitar.

Kebiasaan itu juga memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Rasulullah SAW ingin lebih banyak orang merasakan suasana hari raya.

Sebagian umat Islam masih mengikuti sunnah tersebut hingga sekarang. Mereka memilih jalan berbeda saat berangkat dan pulang salat Id.