Rabu, Juni 17, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

Gerhana Bulan Total 2–3 Maret 2026, Ini Jadwalnya

Putri S by Putri S
Februari 27, 2026
in Uncategorized
gerhana bulan total

Gerhana bulan total 2–3 Maret 2026 menghadirkan fenomena blood moon yang dapat disaksikan di Indonesia selama hampir satu jam fase totalitas.

FacebookWhatsappTelegramTwitter

Merapah.com – Gerhana bulan total akan terjadi pada 2–3 Maret 2026. Fenomena ini menjadi satu-satunya gerhana bulan total sepanjang 2026.

Badan antariksa seperti NASA mencatat gerhana dimulai pada 08.44 UTC. Fase penumbral menjadi tanda awal peristiwa tersebut.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

Bulan mulai memasuki bayangan luar Bumi atau penumbra. Cahaya Bulan tampak sedikit meredup pada fase ini.

Fase parsial kemudian berlangsung saat sebagian Bulan tertutup umbra. Bayangan gelap terlihat perlahan menutupi permukaan Bulan.

Thomas Djamaluddin, pakar astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional, mengatakan, “Gerhana bulan total terjadi pada 3 Maret 2026, mulai pukul 16.10 hingga 20.17 WIB.”

 

BACA JUGA: Gerhana Matahari Cincin Muncul Februari 2026, Ini Faktanya

 

Puncak gerhana terjadi saat fase totalitas. Seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi.

Totalitas berlangsung sekitar 58 hingga 59 menit. Fase ini terjadi sekitar pukul 11.04 hingga 12.02 UTC.

Gerhana berakhir pada 14.23 UTC setelah Bulan keluar dari penumbra. Total durasi seluruh rangkaian fenomena ini mencapai lebih dari lima jam.

Mengapa Bulan Berwarna Merah?

Gerhana bulan total terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Posisi itu membuat bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya.

Atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari ke arah Bulan. Atmosfer menyaring cahaya biru dan menyisakan spektrum merah.

Proses itu membuat Bulan tampak berwarna kemerahan. Fenomena ini populer dengan sebutan blood moon.

Warna merah bisa berbeda-beda tergantung kondisi atmosfer. Debu dan partikel udara memengaruhi intensitas warna yang terlihat.

Semakin bersih atmosfer, warna merah terlihat lebih cerah. Sebaliknya, polusi tebal membuat warna tampak lebih gelap.

 

BACA JUGA: Alasan Pluto Didepak dari Daftar Planet Tata Surya

 

Wilayah yang Bisa Menyaksikan

Sebagian besar Asia dapat menyaksikan fenomena ini. Asia Tenggara termasuk Indonesia berada dalam jalur pengamatan ideal.

Australia dan kawasan Pasifik juga bisa melihat fase totalitas. Sebagian wilayah Amerika Utara turut menikmati pemandangan tersebut.

Wilayah Eropa dan sebagian Afrika tidak dapat menyaksikan fase utama. Posisi Bulan berada di bawah horizon saat gerhana berlangsung.

Di Indonesia, seluruh wilayah berpeluang melihat totalitas. Warga bisa mengamati fenomena ini jika langit cerah.

Waktu pengamatan di Indonesia berlangsung sore hingga malam 3 Maret 2026. Perbedaan zona waktu memengaruhi jam pengamatan di tiap daerah.

 

BACA JUGA: Hari di Bumi Bisa Menjadi 25 Jam? Ini Penjelasan Ilmiahnya

 

Aman Dilihat Tanpa Alat Khusus

Gerhana bulan total aman dilihat dengan mata telanjang. Pengamat tidak memerlukan kacamata khusus seperti saat gerhana matahari.

Penggunaan binokular dapat memperjelas detail permukaan Bulan. Teleskop kecil membantu melihat gradasi warna merah secara lebih tajam.

Pengamat disarankan memilih lokasi minim polusi cahaya. Langit yang gelap membantu meningkatkan kualitas pengamatan.

Fenomena ini menjadi momen penting bagi pecinta astronomi. Gerhana bulan total berikutnya baru akan terjadi beberapa tahun setelahnya.

Peristiwa ini menawarkan kesempatan langka bagi masyarakat Indonesia. Publik dapat menyaksikan langsung perubahan warna Bulan di langit malam.

Masyarakat menantikan gerhana bulan total 2–3 Maret 2026 sebagai tontonan langit paling spektakuler tahun ini. Publik perlu mencatat tanggalnya dan bersiap menyaksikan fenomena tersebut.

Tags: beritafenomenagerhanagerhana bulan
Previous Post

Kim Ju Ae Jadi Sorotan Dunia, Calon Penerus Kim Jong Un?

Next Post

Waspada Hipertensi, Kenali Ciri-Ciri Darah Tinggi Sejak Dini

Next Post
ciri ciri hipertensi

Waspada Hipertensi, Kenali Ciri-Ciri Darah Tinggi Sejak Dini

BMKG rilis cuaca lampung hari ini

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Lampung Sabtu, 28 Februari 2026

Update harga emas terbaru hari ini

Harga Emas 28 Februari 2026: Antam Naik Tipis

menerima nasihat, lembutkan hati, janganlah sombong. putri fajar andini

Melembutkan Hati untuk Menerima Nasihat

BMKG memprakirakan cuaca Lampung didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Jumat, 5 Juni 2026. Hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah saat siang dan sore.

BMKG: Siang-Sore Lampung Berpotensi Hujan Lebat

RECOMMENDED NEWS

voyager station

Voyager Station: Hotel Luar Angkasa Pertama di Dunia Siap Dibuka pada 2027

6 bulan ago
Vario 160 New

Vario New 160 2025: Skutik Gaya Urban Performa Kuat dan Fitur Canggih

1 tahun ago
Honda Lampung Edukasi 120 Siswa MAN 2 Bandar Lampung soal Keselamatan Berkendara

Honda Lampung Edukasi 120 Siswa MAN 2 Bandar Lampung soal Keselamatan Berkendara

4 minggu ago
hujan sore hari

Hujan Meluas Sore Hari, Warga Perlu Waspada

4 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Market Stories Mitra Bentala National Exam olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • DPP Apklindo Lampung Tasyakuran atas Milad Apklindo Ke-41 dan Jalin Sinergi dengan MCMI Wilayah Lampung
  • Radja Souvenir, Pusat Pembuatan Miniatur Gajah Lampung dan Menara Siger
  • Dosen IIB Darmajaya: Cuku Nyinyi Pesawaran Layak Jadi Model Wisata Edukasi yang Menarik Perhatian Perusahaan Global

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com