Merapah.com, Bandar Lampung — Transformasi pendidikan berbasis teknologi menjadi perhatian serius Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung.
Dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Inovasi BGTK Provinsi Lampung Tahun 2026 yang digelar di Novotel Lampung pada 13–15 April 2026, para guru didorong untuk adaptif menghadapi era kecerdasan buatan (AI).
BACA JUGA: Rakor Pendidikan di Lampung: BGTK Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kompetensi Guru
Kepala BGTK Provinsi Lampung, Hendra Apriawan, menegaskan bahwa perubahan teknologi tidak bisa dihindari. Guru dituntut tidak hanya memahami, tetapi juga memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran.

“Guru harus adaptif dan inovatif di era kecerdasan buatan atau AI. Tidak bisa lagi bertahan dengan cara-cara lama,” kata Hendra dalam rakor tersebut.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah memberikan dukungan konkret berupa bantuan papan interaktif digital ke sekolah-sekolah. Bantuan ini diharapkan menghapus alasan keterbatasan fasilitas dalam penerapan teknologi di ruang kelas.
“Pemerintah sudah memberikan bantuan papan interaktif digital, satu sekolah satu unit. Jadi tidak ada lagi alasan guru tidak bisa karena tidak punya alat,” ujarnya.
BACA JUGA: BGTK Provinsi Lampung Perkuat Kolaborasi Pendidikan Bersama Disdikbud Kota Bandar Lampung
Selain penyediaan perangkat, BGTK Lampung juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas guru. Salah satunya melalui kerja sama dengan Google Edukasi dan program Wardah Inspiring Teacher yang menghadirkan pelatihan kecerdasan buatan.
Pelatihan tersebut diikuti ratusan guru dari dalam dan luar Lampung. Sekitar 700 peserta berasal dari luar daerah, sementara lebih dari seribu guru berasal dari Lampung.
“Kami juga bekerja sama dengan Google Edukasi dan Wardah Inspiring Teacher untuk pelatihan AI. Tools-nya kita berikan, jadi tidak ada lagi alasan. Ketika ada kemauan, selalu ada jalan,” kata Hendra.
BACA JUGA: BGTK Lampung Meriahkan Hari Guru dengan Parade Baju Adat
Menurut dia, kombinasi antara dukungan teknologi dan peningkatan kompetensi menjadi kunci percepatan transformasi pendidikan. Dengan langkah ini, BGTK berharap para guru di Lampung tidak lagi gagap teknologi, melainkan mampu menjadi motor penggerak inovasi pembelajaran di era digital.













